Ekspedisi Terios 7 Wonders 2022 Eksplorasi Keindahan Baubau

Mulai Dari Pesona Pantai Nirwana, Benteng, hingga Kearifan Lokal

SULAWESI TENGGARA (21/9): Setelah sukses dengan petualangan sebelumnya di Kalimantan Timur pada Januari 2022, dan Sumba pada Maret 2022, Daihatsu Terios 7 Wonders kembali lanjutkan petualangannya pada 20-23 September 2022 di Baubau – Sulawesi Tenggara, bertajuk BEAUTIFUL BAUBAU EXPLORATION.

Kota Baubau menjadi destinasi karena merupakan salah satu prioritas dalam program kota pusaka Indonesia yang memiliki kekayaan budaya dan sejarah, sehingga cocok dengan tema petualangan Terios 7 Wonders.

Petualangan Terios 7 Wonders ke Baubau menggunakan 4 unit Terios untuk menjelajahi 7 destinasi atau wonders di kota Baubau  selama 3 hari. Tim ekepedisi mulai melanglang dari Pantai Nirwana (Wonders 1) Kampung Tenun Sula’a (Wonders 2), Benteng Keraton Buton (Wonders 3), Istana Malige (Wonders 4), Batu Sori (Wonders 5), Air Terjun Samparona (Wonders 6), dan Bukit Rongi dan rumah adat setempat (Wonders 7)

Pada hari pertama, Sahabat Petualang berkunjung ke Pantai Nirwana (Wonders 1) yang sangat terkenal keindahan suasana dan ombak yang sangat tenang. Perjalanan menuju Pantai Nirwana melewati pemandangan eksotis dan menyenangkan karena ditemani si gagah All New Daihatsu Terios yang dibekali dengan mesin 2NR-VE 1.500 cc, sehingga stabil dan nyaman dikendarai. Secara kata, Nirwana memiliiki arti surga. Pantai ini menyuguhkan pasir putih dan panorama sunset yang romantis. Selain keindahan pesisir yang landai, Pantai Nirwana menawarkan aneka ragam hayati laut yang menarik untuk dijelajahi dengan aktifitas snorkeling. Pantai ini juga sayang untuk dilewatkan bagi para penggemar diving. Air lautnya cukup jernih dan jarak pandangnya cukup jauh bagi para penyelam.

Baca Juga :  Siap-siap, Pemerintah Segera Buka Lowongan 530.028 PPPK

Setelah menikmati pesona bawah laut yang menawan, perjalanan dilanjutkan ke kampung Sula’a (Wonders 2) yang terletak di Kecamatan Betoambari yang ditetapkan sebagai pusat produksi tenun khas Buton sejak tahun 2018 oleh Pemerintah Kota setempat. Kain tenun khas Buton di Kampung Sula’a merupakan kerajinan yang masih tetap mempertahankan teknik tenun manual dalam proses pembuatan kainnya dan memiliki warna dan motif menarik serta sesuai perkembangan zaman. Selain bisa menyaksikan langsung proses menenun benang hingga menjadi kain, hasilnya bisa dibeli sebagai buah tangan. Tidak hanya itu, kampung Sula’a juga dipercantik dengan warna-warni mural tenun di tembok perumahan warganya, sehingga Sahabat Petualang bisa selfie dengan latar instagramable.

Pada destinasi ke-3, tim ekspedisi mengunjungi Benteng Keraton Buton (Wonders 3), yang merupakan bekas ibu kota kesultanan Buton, obyek bersejarah yang dibangun oleh Sultan Buton III, La Sangaji (Sultan Kaimudin) abad-16. Benteng ini memiliki  bentuk arsitek unit berupa lingkaran dengan panjang keliling 2.740 meter dengan 12 pintu gerbang dan 16 meriam. Sebagai benteng terkokoh dijamannya, Benteng Keraton Buton mendapat  penghargaan dari Museum Rekor Muri (MURI) dan Guiness Book Record September 2016 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas 23,375 hektar. Konon, benteng dibangun selama 6 tahun dengan batu yang direkat putih telur.

Baca Juga :  BLT Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Bagi Pekerja Cair Hari Ini

Selanjutnya, Sahabat petualang menuju Istana Malige (Wonders 4) yang dibangun 1930-an sebagai kediaman Sultan Buton ke-37 Muhammad Hamidi. Istana yang terbuat dari kayu jati dan wola ini merupakan simbol kemajuan arsitektur Buton dengan bentuk Malige bersusun tiga dan semua pasaknya terbuat dari kayu tanpa menggunakan paku. Selain itu, Istana Malige dilengkapi ornamen berbentuk nenas dan naga, di mana nenas melambangkan masyarakat Buton dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi, serta durinya melambangkan kemampuan bertahan dari segala serangan. Sedangkan naga melambangakan pemimpin berani dan berjiwa ksatria dalam mengambil keputusan.

Perjalanan hari ini ditutup dengan destinasi wisata Pantai Batu Sori (Wonders 5). Batu Sori merupakan situs batu karang yang tampak berdiri di tengah laut. Bagaikan batu besar yang mengapung, Batu Sori tampak indah dengan latar laut biru yang jernih dan lokasinya mengapung di atas lautan antara Pulau Buton dan Pulau Muna. Dahulu, pengunjung yang datang harus menggunakan perahu kala itu. Namun sejak  tahun 2019, dibuatkan jembatan penghubung antara tepi pantai ke Batu Sori, beberapa gazebo, sampai dengan rumah istirahat bagi pengunjung yang datang berwisata.

Komentar Anda