Eksekutif Tanggapi Enam Raperda Inisiatif Dewan

Ilustrasi Raperda

MATARAM – Enam Raperda yang merupakan inisiatif DPRD Kota Mataram yang diajukan beberapa hari lalu direspon eksekutif. Yang menyampaikan tanggapan adalah Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana.

Enam Raperda tersebut masing-masing Raperda tentang sistem online pelayanan pajak daerah, Raperda tentang penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Raperda tentang penyelenggaraan pembinaan pendidikan keluarga, Raperda tentang penyelenggaraan kesejahteraan lanjut usia, Raperda tentang sistem penyelenggaraan kesehatan daerah, dan Raperda tentang penyelenggaraan sanitasi berbasis masyarakat.

Dalam tanggapan yang disampaikan Mohan, Jumat (02/6) lalu, ada beberapa hal yang menjadi pointer. Diantaranya yang berkaitan dengan Raperda tentang sistem online pelayanan pajak daerah yang membutuhkan pengaturan lebih lanjut terkait penyiapan SDM, infrastruktur, dan jaringan agar dapat berjalan baik. Sementara terkait Raperda penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik, daerah memang dituntut dapat memberikan akses yang luas, mudah dan terbuka bagi masyarakat. Namun demikian ada informasi yang bersifat rahasia, ketat, dan terbatas. Sehingga keberadaan PPID sangat penting. “ Selain itu ada pula Sistem Pengelolaan Pelayanan Pengaduan Publik Nasional atau SP4N, yang akan sesuai dengan perwujudan good governance,” terangnya.

BACA JUGA :  19 Ribu Warga Mataram Nunggak Iuran BPJS Kesehatan

Untuk Raperda tentang penyelenggaraan pembinaan pendidikan keluarga, Mohan menekankan agar difokuskan pada pola pencegahan tindak kenakalan remaja dari sudut pandang pendidikan keluarga. Terkait Penyelenggaraan kesejahteraan lanjut usia, ditekankan agar pola pemberdayaan kepada kaum lanjut usia dapat dilakukan tepat guna dan tepat sasaran dengan disesuaikan kemampuan fisiknya. Untuk Raperda tentang sistem penyelenggaraan kesehatan daerah, fokus ditekankan pada pola koordinasi dan rujukan pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama sampai lanjutan untuk menjamin pasien mendapat perawatan kesehatan yang tepat dan cepat. “Terakhir, terkait penyelenggaraan sanitasi berbasis masyarakat agar dapat difokuskan pada sosialisasi secara berkesinambungan untuk menumbuhkan kesadaran akan arti pentingnya sanitasi bagi kesehatan,” tutupnya (dir)