Eks Pertokoan Pancor akan Jadi Ikon Wisata Religi

M. Gazali/Radar Lombok F-DIRATAKAN: Komplek pertokoan simpang empat Pancor diratakan. Di tempat ini akan dibangun ruang terbuka publik.

SELONG –  Pelaksana mulai melakukan pembongkaran bangunan toko yang ada di komplek pertokoan Pancor di sekitar simpang empat Pancor atau tepatnya di jalan raya TGKH. Muhammad  Zainuddin Abdul Majid. Alat berat dikerahkan untuk merobohkan bangunan.  Di lokasi ini akan dibangun ruang terbuka dengan berbagai fasilitas seperti taman dan lapak pedagang yang tertata rapi sesuai dengan desain yang ada. Eks pertokoan ini nantinya akan menjadi bagian dari ikon wisata religi yang akan terkoneksi langsung dengan makam pahlawan nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid.”Nantinya di sepanjang jalan itu akan ada berbagai jenis jualan. Mulai dari jualan sajadah, tasbih, kurma dan banyak lainnya. Sepanjang jalan itu yang akan dijual barang- barang bernuansa islami.  Itulah yang disebut wisata religi,” kata Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy kemarin.

BACA JUGA :  Warga Kesal Jalan tak Kunjung Diperbaiki

Ia menambahkan, masyarakat akan mudah mendapatkan apa yang dibutuhkan terutama cenderamata setelah berwisata makam. “Selain itu disana nantinya pengunjung akan bisa menikmati beraneka kuliner. Semua itu akan bisa dijadikan buah tangan untuk dibawa pulang ketika datang berkunjung. Itu lah tujuan utamanya,” ungkap Sukiman.

Terkait puluhan toko yang telah mulai dirobohkan, ia mengatakan semuanya berjalan lancar  tanpa ada penolakan. Kontrak pedagang yang menempati toko juga sudah habis yakni sejak 2013 lalu. Sebelum dirobohkan Pemkab juga telah turun sosialisasi ke para pedagang.”Kita telah berbaik hati sejak 2013 sampai 2021.  Pemkab sebenarnya juga rugi karena sudah tidak ada lagi sumber PAD dari tempat itu. Tapi kita akan cari dari sumber yang lain.  Yang penting kita ambil berkahnya,” lanjut Sukiman.

BACA JUGA :  Waspadai Potensi Konflik di Pilkades

Sukiman menambahkan selain dianggarkan pusat , di APBD Perubahan mendatang Pemkab Lotim juga akan menyiapkan anggaran tambahan untuk memaksimalkan pembangunan ruang terbuka publik tersebut.”Anggaran dari pusat kalau tidak salah sekitar Rp 3,5 miliar. Nanti kita akan tambah dari APBD Perubahan sekitar Rp 2 miliar,” janji Sukiman.

Terpisah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim Achmad Roji memberikan dukungan penuh Pemkab Lotim yang menata ulang kawasan simpang empat Pancor menjadi ruang terbuka publik dan juga tempat wisata baru. Terlebih lagi  penataannya itu untuk mendukung wisata religi Makam Maulana Syaikh.” Kalau dilihat desainnya sangat bagus. Langkah ini sebagai upaya Pemkab Lotim untuk membangun branding wisata Lotim terutama menjadikan pusat kota menjadi wisata religi. Makanya kita terus mengawal program sampai tuntas,” ungkapnya.(lie)