Eks Bandara Selaparang Mulai Dilirik Investor

Bandara-Selaparang
BANDARA : Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram mulai diminati investor asing. (DOK/ RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pascagempa bumi yang melanda Provinsi NTB tak lantas menyurutkan investor dari luar daerah untuk melirik potensi investasi di Pulau Lombok. Terlebih lagi, penunjukan Lombok menjadi tempat gelaran MotoGP 2021 mendatang berdampak positif juga bagi kawasan di luar KEK Mandalika, Lombok Tengah.

Salah satunya, ketertarikan investor untuk berinvestasi di kawasan eks Bandara Selaparang, Kota Mataram. Bahkan, investor yang melirik eks Bandara Selaparang tidak hanya dari dalam negeri,tapi juga dari luar negeri.

”Sejumlah investor mulai tertarik dengan eks Bandara Selaparang, dan ini angin segar bagi masyarakat di Mataram,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) NTB HL Gita Ariadi, Rabu kemarin (10/7).

Kawasan eks Bandara Selaparang sekarang ini hanya dijadikan pelatihan Angkatan Udara (AU) dan sekolah penerbangan. Selain itu, fasilitas penunjang yang ada di bandara tersebut cukup terjaga. Sebab, beberapa pesawat berukuran kecil kerap mendarat di eks Bandara Selaparang. 

Gita menilai, dengan ketertarikan para investor pada eks bandara tersebut mampu menjadi magnet investasi tersendiri, khususnya, bagi Kota Mataram. Selama ini, banyak investor lebih memilih ke kawasan Mandalika, justru di kota ada tempat yang memang menjadi daya tarik berinvestasi.

”Perhelatan MotoGP ini benar-benar bisa menarik minat investor. Dan ini dibuktikan dengan ketertarikan mereka pada eks Bandara  Selaparang,” ucapnya.

Menurutnya, alasan para investor melirik eks bandara tersebut, karena lokasi dan luas lahan yang menjanjikan, khususnya, untuk proses terbang, mendarat, hingga parkir sejumlah armada. Mengingat, akan banyak jet dan pesawat pribadi yang terbang dan bongkar muat jelang perhelatan MotoGP mendatang.

Untuk itu, lanjut Gita, dalam waktu dekat DPM- PTSP NTB akan berkoordinasi dengan stake holder terkait guna menanggapi niat baik para investor lokal maupun asing tersebut.

”Akan kami bahas kembali terkait perihal ini, baik itu kajian-kajian yang harus di penuhi apa saja,” jelasnya.

Sebelum dilirik investor, kawasan bandara pertama NTB tersebut cukup memprihatinkan. Bahkan tak terpakai, pasca tidak di alih fungsikan kembali. Meski sebelumnya  hanya digunakan sebagai tempat perhelatan beberapa kegiatan.

”Maka dari itu, hal ini harus kita seriusi, karena potensinya sangat bagus,” imbuhannya.(cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid