Edukasi Sapta Pesona, IWAPI Lobar Gelar Clean Up Pantai Senggigi

AKSI BERSIH: Pengurus IWAPI Lobar, anggota LKCC, dan anggota LIMO NTB, foto bersama di Pelabuhan Senggigi, usai melakukan aksi bersih atau clean up, Minggu kemarin (15/1). (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG—Persoalan sampah, khususnya di lokasi-lokasi obyek wisata di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), menjadi perhatian serius Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Lobar.

Para pengusaha wanita ini sadar, Pemkab Lobar yang salah satu prioritas pembangunannya di bidang kepariwisataan, tentu butuh keterlibatan seluruh pihak untuk mensukseskan. Termasuk mewujudkan Sapta Pesona, yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah, dan Kenangan. Karena itu, sekitar sebulan sejak Pengurus IWAPI Lobar periode 2016-2021 di bawah pimpinan Ninik Alpianti resmi dilantik Bupati Lobar pada pertengahan Desember 2016 lalu, kegiatan bakti sosial (Baksos) pertama yang dilakukan yaitu menggelar clean up (aksi bersih, red) sampah di kawasan Pantai Senggigi, Minggu kemarin (15/1).

Menurutnya, aksi bersih sampah di kawasan Pantai Senggigi ini merupakan bentuk kepedulian IWAPI Lobar terhadap kebersihan kawasan objek wisata di Lobar. Selain diikuti para anggota IWAPI Lobar, kegiatan ini juga diikuti oleh anggota Lombok Keep Clean Comunity (LKCC), dan para Biker (Pengendara Motor Besar) anggota Lombok Indonesia Max Owners (LIMO) NTB.“Tak hanya itu, kegiatan juga melibatkan anggota IHGMA (Indonesia Hotel General Manager Assosiation) NTB, serta para pemandu wisata dan pedagang yang ada di sepanjang kawasan Pantai Senggigi,” kata Ketua DPC IWAPI Lobar Ninik Alpianti kepada Radar Lombok di sela aksi bersih.

[postingan number=3 tag=”pantai”]

Terpenting sambung Ninik, kegiatan ini bukan semata ditekankan pada tindakan membersihkan sampah, khususnya sampah plastik yang banyak berserakan di sepanjang pantai. Melainkan lebih ditujukan untuk edukasi  terhadap para pengunjung agar mereka tidak membuang sampah sembarangan. “Demikian para pemandu wisata dan pedagang di kawasan objek wisata Pantai Senggigi, agar mereka juga langsung memungut ketika ada sampah yang tercecer,” imbaunya.

Karena kegiatan yang dilakukan ini bersifat edukasi, maka aksi bersih ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Tetapi akan dilaksanakan secara kontinyu, dengan menyasar obyek-obyek wisata di Lobar lainnya. “Dalam waktu dekat kami juga akan menggelar kegiatan serupa di obyek wisata Pantai Cemara, Kecamatan Lembar, dan objek wisata Pantai Tawun di Kecamatan Sekotong,” beber Ninik.

Mengapa dua lokasi objek wisata ini yang menjadi sasaran berikutnya? “Karena kedua pantai yang masih alami ini memiliki keunikan dan keindahan panorama yang tak kalah dengan objek wisata lainnya di Lobar. Sehingga banyak menjadi tujuan kedatangan para wisatawan,” ujar Ninik.

Selain itu lanjut pengusaha sukses bidang perhotelan di Lobar ini, objek wisata Pantai Cemara dengan vegetasi hutan bakaunya yang masih alami, ditambah keunikan tradisi dan budaya masyarakat setempat, dari sisi kebersihan tentu harus dijaga.

“Demikian Pantai Tawun di Sekotong, garis pantai berpasir putih, dengan jenis pasir seperti merica (bumbu dapur) yang sangat indah. Ternyata keindahannya itu seringkali terganggu dengan sampah-sampah kiriman ketika terjadi air laut pasang. Karena itu, kami IWAPI Lobar ingin membangkitkan kesadaran masyarakat setempat, termasuk para pelaku usaha wisatanya, agar peduli dan membersihkan sampah-sampah yang datang sendiri melalui air laut pasang ini,” papar Ninik.

Antusias serupa juga diucapkan Pasek Aryanta, anggota LKCC yang juga Pramuwisata (Guide) anggota HPI NTB ini. “Kita ini bukan sekelompok orang yang memungut sampah. Tetapi kita ini bertindak agar apa yang kita lakukan dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar lokasi obyek wisata untuk peduli dengan asset obyek wisata yang mereka miliki terus terlihat indah dan bersih. Sehingga para wisatawan yang berkunjung juga merasa nyaman,” ulasnya bijak.

Terkait kegiatan aksi bersih yang akan dilaksanakan IWAPI Lobar secara berkesinambungan, pihaknya bersama para anggota LKCC tentu menyambut antusias, dan akan terus berpartisipasi hingga tujuan Sapta Pesona dapat terwujud di objek-objek wisata di Lobar khususnya, dan NTB pada umumnya. “Selain anggota LKCC, saya sebagai pemandu wisata di NTB yang memang bekerja di bidang kepariwisataan, tentu memiliki tanggung jawab secara moral untuk terus mewujudkan objek wisata yang bersih dan nyaman dikunjungi para turis (wisatawan). Kalau bukan kita-kita para penggiat wisata sendiri yang bertindak (membersihkan sampah), lantas siapa lagi yang akan melakukan?,” pungkas Pasek. (gt/adv)