Dukungan Publik Figur dan Harapan Musisi Lokal untuk Suksesnya KTT G20 Bali

EKONOMI KREATIF: Presidensi G20 yang tengah berlangsung, dengan puncaknya nanti akan berlangsung di Bali, menjadi angin segar bagi para musisi dan pengusaha ekonomi kreatif.

JAKARTA–Beberapa publik figur ternama seperti Nadine Chandrawinata, dokter Tirta Nycta Gina dan dokter Reisa Broto Asmoro ikut serta dalam mengampanyekan isu yang menjadi prioritas dalam Presidensi G20 yang tengah berlangsung.

Dukungan para influencer tersebut, diharapkan dapat membahas secara positif beberapa poin penting di media sosial diantaranya terkait arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan.

Hal ini dilakukan karena berbagai isu masih menjadi perhatian utama masyarakat yakni pandemi Covid-19 dan perubahan iklim sehingga mendesak masyarakat global untuk mempercepat transisi agar mulai menggunakan sumber energi yang lebih bersih.

Seperti yang diketahui, bahwa G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) serta merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia.

Baca Juga :  Yili Kembali Dukung Kesuksesan Indonesia Dalam Pertemuan Sherpa G20 di Bali

Nadine Chandrawinata mengatakan, bahwa sudah selayaknya sebagai masyarakat harus lebih bijak dalam mengambil dari alam dan harus memperhatikan keberlanjutannya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, sebagai salah satu influencer yang terlibat dalam presidensi G20, Nadine mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengubah pola pikir dan pola hidup menuju sustainability.

“Gotong royong negara-negara anggota G20 dalam bentuk investasi berkelanjutan untuk mempercepat transisi energi berkelanjutan merupakan hal yang sangat penting,” jelas Nadine Chandrawinata.

Harapan Musisi Senior Lokal

Pandemi COVID-19 telah menghancurkan harapan ratusan musisi di Bali yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Demikian disampaikan musisi senior Bali Putu Indrawan,di Denpasar.

Hal tersebut terjadi akibat tempat para musisi “pentas” , seperti hotel, restoran dan tempat hiburan harus tutup hingga lebih 2 tahun,, “Sedangkan rata-rata musisi mengandalkan hidupnya dari nyanyi setiap hari untuk mendapat bayaran. Kalau tidak menyanyi, kan tidak ada pemasukan. Jadi bisa dibayangkan nasib kami.” jelas bassist band Harley Angles ini.

Baca Juga :  Musisi Jazz Lokal dan Internasional Tampil di Senggigi

Bassist terbaik festival rock pertama di Indonesia tahun 1984 ini, menambahkan bahwa rata-rata musisi tidak punya ketrampilan lain, kecuali menghibur dengan musik.

Karena itu Putu Indrawan mewakili para Musisi di Bali Mendukung dan punya harapan besar agar Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 bisa sukses dan membawa harum kembali nama Bali dan turis kemudian berduyun-duyun datang ke Bali seperti sebelum ada virus Corona menyerang Bali.

Putu Indrawan juga punya permintaan pada musisi yang ada di Bali agar menjaga momentum besar ini. “Dan bagi yang sudah pentas , harus tetap menjaga kesopanan dan pelayanan yang baik, serta meningkatkan kemampuannya bermusik,” tutup Putu. (gt)

Komentar Anda