Dukungan Gerindra Pecah, NADI Diuntungkan

GERINDRA: Jajaran kader dan pengurus DPC Gerindra KLU ketika menyatakan dukungan kepada JODA. (ist)

TANJUNG–Dukungan Gerindra dipastikan pecah di Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Loyalis Sarifudin yang jumlahnya tak sedikit di tubuh Gerindra KLU dipastikan mendukung Najmul Akhyar-Suardi. Artinya tak sejalan dengan kebijakan Gerindra mengusung Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto Ridawan (JODA). Pecahnya dukungan ini disinyalir karena kekecewaan karena tak diusungnya Sarif oleh Gerindra. Padahal Sarif adalah orang yang membawa Gerindra ke KLU dan kini menjabat Wakil Bupati KLU. “Sejak awal memang kami prediksi tidak sejalan dengan keputusan partai, sehingga kita tidak terlalu menganggap sebuah kejutan. Dari awal sudah disadari, kan mereka tidak setuju,” ujar Juru Bicara DPC Gerindra KLU, Artadi kepada Radar Lombok, Senin (2/11) kemarin.

Artadi mengaku tetap menghormati Sarif sebagai orang yang membawa dan membesarkan Gerindra di KLU. Namun dukungan politik saat ini tentunya tidak boleh memecah belah, sebab itu keputusan partai. Yang jelas kata Artadi, dukungan loyalis Sarif ke NADI tidak memengaruhi kekuatan JODA. Justru semakin memberikan motivasi dalam memenangkan JODA.

Ditegaskan, tanpa gerbong Sarif sekalipun, Gerindra mampu menggerakkan mesin partai; berjuang secara lahir batin mengamankan kebijakan partai. “Kami tetap berada di bawah garis komando Ketua DPC Gerindra, Sudirsah. Lalu Nasrudin sebagai Sekretaris, Hakamah selaku Bendahara partai, dan para pengurus inti lainnya,” katanya.

Seperti diketahui, dengan pecahnya dukungan Gerindra, NADI diuntungkan. Juru Bicara Tim Pemenangan NADI Habibullah mengaku pihaknya sudah lama menjalin komunikasi dengan loyalis Sarif. Puncaknya adalah deklarasi dukungan ke NADI.

Keberadaan para loyalis ini kata Habib tentunya tidak bisa diremehkan. Sarif memiliki karir politik cemerlang mulai dari anggota DPRD kabupaten, provinsi, dan pernah menjadi calon bupati pada Pilkada 2010, dan pada pilkada 2015 Najmul Akhyar-Sarifudin menang. Dan sekarang Sarif adalah Pelaksana Tugas Bupati menggantikan Bupati KLU Najmul Akyar yang cuti kampanye. “Jadi tentu tidak bisa diremehkan, dan teman-teman gerbong Sarif wajar mengklaim 60 persen loyalis Gerindra masih di bawah kendali Sarif,” tegasnya.

Dengan bergabungnya para loyalis Sarif ini, tentunya menjadi penyemangat dan suplemen terhadap perjuangan yang sedang dilakukan. Khususnya di Kecamatan Kayangan. (flo)