NTB Bebas Sampah Plastik, GNE Hadirkan Kantong NTB Zero Waste

zerowaste
DUKUNGAN : Dirut PT GNE Samsul Hadi (kanan) bersama direksi PT GNE menunjukan kantong NTB Zero Waste yang terbuat dari bahan baku ubi (singkong) mudah terurai melebur jadi tanah dalam waktu enam bulan, Kamis (10/10).

MATARAM – Keberadaan sampah plastik di Nusa Tenggara Barat mulai menghawatirkan. Sampah plastik selain sulit bisa terurai oleh tanah, juga bisa mengancam kesehatan manusia. Program Zero Waste atau bebas sampah plastik ini mulai di dengungkan dan menjadi program unggulan dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023 Dr H Zulkieflimansyah – Hj Sitti Rohmi Djalilah.

Untuk mensukseskan dan mendukung program Zero Waste, BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dalam hal ini PT Gerbang NTB Emas (GNE) mulai mencari solusi meminimalisir tumpukan sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan tersebut. PT GNE mulai menghadirkan kantong NTB Zero Waste. Kantong tersebut terbuat dari bahan baku ubi kayu (singkong) dan diyakini dalam waktu enam bulan sudah terurai dengan tanah.

“Kantong NTB Zero Waste ini sudah mulai kami pasarkan sebagai alternatif pengganti kantong plastik bagi masyarakat. PT GNE menjadi distributor tunggal di NTB untuk memasarkan kantong NTB Zero Waste ini,” kata Direktur Utama PT GNE Samsul Hadi, Kamis (10/10).

Hadi mengatakan untuk memasyarakatkan penggunaan kantong NTB Zero Waste sebagai pengganti kantong plastik yang sudah identik di tengah masyarakat membutuhkan waktu sosialisasi. Oleh sebab itu, PT GNE untuk tahap awal akan menyasar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB menggunakan kantong NTB Zero Waste. Baik itu untuk digunakan bungkus sampah, dan kebutuhan lainnya.

Selain itu, penggunaan kantong NTB Zero Waste ini juga menggandeng seluruh koperasi serba ada yang dimiliki setiap OPD lingkup Pemprov NTB, termasuk kantin dan koperasi yang dimiliki SMA, SMK dan SLB yang bernaung di bawah Pemprov NTB. Dengan demikian, penggunaan kantong NTB Zero Waste sebagai pengganti kantong plastik ini, mulai dimasyarakat oleh PNS dan pelajar di lingkungan sekolah jenjang SMA sederajat di NTB.

PT GNE juga akan bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB untuk menggunakan kantong NTB Zero Waste, termasuk digunakan di setiap apotek di setiap pembelian obat oleh pasien. Begitu juga dengan di sejumlah ritel modern dan super market yang ad di NTB. Seperti kerja sama dengan Lotte Mart yang nantinya akan menggunakan kantong NTB Zero Waste.

“Kami sudah mulai action di Oktober ini untuk memasarkan kantong NTB Zero Waste sebagai langkah awal menyasar semua OPD dan sekolah dan RSUD NTB memanfaatkan kantong berbahan baku ubi (singkong) ini,” bebernya.

Hadi juga berharap untuk memperkuat dan meminimalisir penggunaan kantong plastik di tengah masyarakat, agar ada payung hukum, seperti Peraturan Daerah (Perda) larang penggunaan kantong plastik. Sebagaimana yang sudah diterapkan di Bali melalui Pergub-nya mengatur larangan ritel dan masyarakat umum menggunakan kantong plastik. Begitu juga harapannya, pemerintah daerah dalam hal ini kabupaten/kota juga linier dengan pemprov NTB mensukseskan program bebas sampah plastik.

“Kita ingin NTB bisa seperti di Bali bebas sampah plastik. Dan GNE sebagai BUMD hadir ikut mensukseska program Zero Waste dengan menghadirkan kantong NTB Zero Waste pengganti kantong plastik,” pungkasnya. (dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid