Dukung Bau Nyale, Sekolah di Loteng Diliburkan

ILUSTRASI : Festival budaya Bau Nyale di Pantai Seger, Kute, Lombok Tengah, pada tahun 2022 lalu. (IST/ RADAR LOMBOK )

PRAYA – Untuk mendukung acara budaya Bau Nyale di Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah, Kantor Cabang Dinas (KCD) Lombok Tengah mengeluarkan surat edaran terkait libur khusus bagi siswa SMA, SMK dan SLB, baik negeri dan swasta. Libur sekolah pada tanggal 10-11 Februari tersebut, sebagai salah satu upaya mendukung perayaan budaya Bau Nyale.

“Kita sudah bersurat kepada semua SMA, SMK maupun SLB, baik negeri maupun swasta untuk mensukseskan festival Bau Nyale,” kata Kepala KCD Dikbud Loteng Syarif Hidayatullah, kemarin.

Dijelaskan, ada 3 poin penting dalam surat edaran itu, diantaranya Sabtu 11 Feburari 2023 ditetapkan sebagai libur khusus dalam pelaksanaan event bau nyale. Selanjutnya, event festival pesona Bau Nyale merupakan salah satu budaya tradisional yang perlu dilestarikan, maka diharapkan kepada semua kepala sekolah, guru dapat ikut serta berpartisipasi mendukung suksesnya festival tersebut. Kemudian, diharapkan kepada kepala sekolah dan guru untuk menghimbau kepada peserta didik mengikuti event tersebut.

Baca Juga :  Unram Lantik Belasan Pejabat Eselon III dan IV

Kebijakan libur sekolah itu juga disebut sebagai apreseasi terhadap kearifan lokal yang ada di Lombok Tengah dan menjadi even budaya nasional yang masuk dalam Kalender Even Pariwisata Nasional, sehingga KCD Loteng Dikbud NTB mengeluarkan SE kepada semua SMA, SMK maupun SLB untuk ikut mensuksekan event Bau Nyale.

Dikatakan, bukan hanya jenjang SMA, SMK maupun SLB di Lombok Tengah yang libur, begitu juga jenjang TK, SD maupun SMP juga libur sebab masuk dalam kalender Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Loteng.

Baca Juga :  UMMAT Segera Umumkan Temuan Pemalsuan Slip Pembayaran SPP

Terpisah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Aidy Furqan menjelaskan bahwa event Bau Nyale merupakan even kalender nasional dan tradisi masyarakat Lombok Tengah bagian selatan yang diselenggarakan setiap tahun di kawasan Kute Lombok Tengah. Pihak sekolah bersama masyarakat turut mensukseskan agenda ini sehingga layanan pembelajaran bersifat fakultatif untuk zona Loteng saja.

“Pada intinya, pihak sekolah bersama masyarakat yang berada di Lombok Tengah turut mensukseskan agenda ini,” tandasnya. (adi)

Komentar Anda