Dukcapil Jemput Bola, Buat Akta Kelahiran di RS

JEMPUT BOLA: Dukcapil akan menempatkan petugas di RSUD Tanjung, untuk pelayanan akta kelahiran.(HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Utara memiliki inovasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menempatkan petugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung.

Petugas yang ditempatkan tersebut akan melayani masyarakat untuk menerima pembuatan akta kelahiran bagi bayi yang baru lahir. “Pada tahun ini, yang menjadi prioritas kami ialah meningkatkan pelayanan dengan melakukan pendekatan ke masyarakat atau jemput bola. Salah satu pilot project kami yaitu akan menempatkan petugas di RSUD Tanjung,” kata Sekretaris Dukcapil Lombok Utara, H Rubain kepada Radar Lombok, Senin (16/1).

Dijelaskan, petugas yang akan ditempat tersebut akan menerima pembuatan akta kelahiran dari masyarakat (ibu-ibu) yang melahirkan. Sehingga masyarakat tidak perlu repot-repot mengurus ke kantor Dukcapil. Direncakanya, masyarakat yang mengurus di sana akan secepat mungkin diuruskan asalkan telah memenuhi sejumlah persyaratan. Seperti fotokopi KK, fotokopi KTP kedua orang tua, akta nikah, keterangan kelahiran dari saksi-saksi. “Masyarakat cukup menunggu kurang lebih 2 jam. Mereka sudah menerima akta kelahiran tersebut asalkan telah memenuhi sejumlah persyaratan tersebut,” terangnya.

[postingan number=3 tag=”klu”]

Petugas yang bertugas di RSUD akan diberikan tempat khusus sekaligus sejumlah perlengkapan yang ada. Mengenai tempat sendiri pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak manajemen RSUD, dan pihak RSUD sudah menyanggupi dan akan mempersiapkan ruangan khusus. “Kami menargetkan sebelum tanggal 24 Januari sudah selesai. Kita mencoba menempatkan tenaga sekaligus peralatan agar masayrakat menerima langsung,” janjinya.

Penempatan petugas sendiri, katanya, akan dilakukan secara bergiliran. Dalam satu minggu cukup satu atau dua orang diroling. Ketika ada masyarkat yang melahirkan pada malam hari, jadi mereka cukup melaporkan ke petugas yang ada di sana sekaligus melengkapi beberapa persyaratan. “Kita akan menggunakan sistem offline, petugas tinggal melaporkan ke kantor Dukcapil melalui SMS Center,” jelasnya.

Selanjutnya secara perlahan pihaknya juga akan mendekatkan pelayanan masyarakat yang melahirkan di puskesmas cukup mereka mengurus ke kantor camat setempat. Untuk ketersediaan perlengkapan sendiri sudah ada, tinggal peremajaan saja. Sedangkan, petugas sendiri juga sudah ada, tinggal memberikan bekal atau pelatihan. “Ini salah satu peningkatan pelayanan di tempat bersalin,” tandasnya.

Selama ini, lanjut Rubain, Dukcapil melakukan jemput bola dengan turun ke sekolah, desa secara bergiliran. Dengan upaya seperti itu, pihaknya pada tahun kemarin berhasil melampui target nasional diatas 82,5 persen dari target nasional 77,5 persen pada tahun 2018. Dari angka 80 ribu anak usia 0-18 tahun belum memiliki akta kelahiran, saat ini sudah berhasil diturunkan dan masih tersisa 14 ribu. Sebab, sesuai RPJMN akta kelahiran menjadi prioritas utama untuk usia 0-18. Sehingga harus memiliki sejumlah inovasi, salah satu jaringan PEKAT yang pernah mendapatkan pengharaan dari gubernur tahun 2016. “Target nasional itu, kita berhasil kejar tahun 2016,” terangnya.

Pihaknya memastikan tempat bersalin supaya bisa menjadi jaringan PEKAT, seperti bidan yang ada di masing-masing desa dan desa harus aktif melaporkan. “Kita juga berharap supaya kader-kader posyandu bisa aktif,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid