Duet Zulkiflimansyah-Gede Sakti Jadi Kuda Hitam

Zulkiflimansyah
DILIRIK: Dr Zulkiflimansyah tengah dilirik NW Anjani untuk dipasangkan dengan L Gede Moh. Ali Wirasakti Amir Murni atau yang akrap disapa Lalu Gede Sakti di pilkada NTB 2018 mendatang. (Dok/)

MATARAM–Wacana duet Zulkiflimansyah-Gede Sakti di kontestasi Pilkada NTB diperkirakan bisa mengubah konstalasi politik yang ada.

“Konstalasi politik bisa berubah andai duet Zulkiflimansyah -Gede Sakti terealisasi,” kata pengamat politik NTB, Darmansyah MSi, kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (6/6).

Ia menilai, duet Zulkiflimansyah-Gede Sakti tidak bisa dipandang sebelah mata dan diabaikan dalam pertarungan di kontestasi di Pilkada NTB. Duet itu bisa menjadi pilihan figur alternatif dari pasangan calon selama ini banyak digembor-gemborkan media masa untuk berpasangan di Pilkada NTB.

[postingan number=5 tag=”pilkada”]

Kemunculan duet Zulkiflimansyah-Gede Sakti ini bakal diperhitungan oleh kontestan pilkada lain. Baik Zulkiflimansyah-Gede sakti masing-masing punya keunggulan dan kelebihan untuk bisa saling menopang.

“Duet ini bisa jadi kuda hitam,” sebutnya.

Sosok Zulkiflimansyah dikenal punya jaringan cukup luas, kekuatan finansial cukup kuat serta ditopang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang  dikenal sebagai parpol memiliki mesin politik cukup efektif dan rapi. Dr. Zul juga sudah punya pengalaman bertarung sebagai calon gubernur di Pilkada Banten.

Sementara itu, Gede Sakti adalah kader ormas NW dengan jamaah terbesar di NTB dan dikenal fanatik. Gede sakti sudah punya pengalaman bertarung di level pilkada bupati.

Menurutnya, dengan komposisi dimiliki tersebut duet Zulkiflimansyah- Gede sakti akan memberikan warna tersendiri dalam pertarungan kontestasi di Pilkada NTB. “Dengan kehadiran duet ini kontestasi Pilkada NTB makin menarik,” terangnya.

Terkait peluang bagi terealisasi duet Zulkiflimansyah-Gede Sakti, ia mengatakan, relatif siapa berpasangan dengan siapa masih sangat dinamis. Sehingga terbuka peluang bagi terealisasi duet tersebut.

Meskipun, menurutnya ada beberapa faktor membuat duet Zulkiflimansyah – Gede Sakti bisa terealisasi. Yakni, ada dukungan parpol sebagai kendaraan untuk mengusung pasangan calon di kontestasi pilkada NTB.

PKS pun sudah menetapkan Zulkiflimansyah sebagai bakal calon Gubernur. Namun disadari PKS tidak memiliki raihan kursi cukup untuk mengusung pasangan calon. Sehingga perlu parpol mitra koalisi.

Sementara Gede Sakti adalah kader PKB. Partai berlambang bintang sembilan tersebut belum tentu menjatuhkan pilihan kepada Gede Sakti. Proses penjaringan calon kada di internal partai tersebut sedang berlangsung.

Kedua, kedua figur tersebut harus memiliki elaktabilitas cukup baik. Dengan elaktabilitas cukup baik tersebut maka duet Zulkiflimansyah – Gede sakti berpotensi menjadi lirikan parpol untuk didukung dan diusung di kontestasi Pilkada NTB.

“Sebab itu, mereka pun harus bekerja keras meningkatkan tingkat elaktabilitasnya,” jelasnya.

Ian menilai wacana duet Zulkiflimansyah-Gede sakti bisa memecah kebuntuan komunikasi politik diantara para aktor politik. Komunikasi politik siapa berpasangan dengan siapa masih berkutat di situ saja.

Hingga saat ini pun belum ada calon sudah menetapkan pasangan calon akan mendampingi dalam perebutan kursi NTB 1 dan NTB 2. Dengan ada duet itu makin mencairkan komunikasi politik ada. “Jadi komunikasi politik bisa makin cair,” imbuhnya.

Tim sukses Lalu Gede Sakti, Zainul Fahmi mengakui, pihaknya membangun komunikasi politik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menjajaki kemungkinan duet Dr. Zulkiflimansyah – Lalu Gede Sakti sebagai pasangan calon Gubernur dan calon wakil Gubernur dalam kontestasi di Pilkada NTB.

“Duet Zul-Gede Sakti sedang dijajaki,” ucapnya.

Wacana awal dilontarkan Dr. Zulkiflimansyah adalah duet dirinya dengan Gede Syamsul. Namun menurutnya, hal itu sangat terbuka lebar untuk dinegosiasikan. Apalagi mengingat, Gede Syamsul dan Gede Sakti adalah saudara kandung berasal dari ormas NW. (yan)

BACA JUGA :  Suhaili Optimis Didukung Partai Besar