Duet Suhaili-Rohmi, Demokrat Jual Mahal

Ilustrasi Pilkada NTB

MATARAM–Partai Demokrat nampaknya masih jual mahal terhadap keinginan Partai Golkar untuk menduetkan Suhaili-Siti Rohmi sebagai calon gubernur/calon wakil gubernur dalam kontestasi di Pilkada NTB.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri mengakui, komunikasi politik antara Partai Demokrat dan Partai Golkar terkait duet Suhaili-Siti Rohmi masih terus dijajaki. “Masih tahap komunikasi politik,” kata Wakil ketua DPRD Provinsi NTB, kepada Radar Lombok, di kantor DPRD NTB, Selasa kemarin (30/5).

Ia mengatakan, Partai Demokrat memiliki prosedur dan mekanisme internal untuk menentukan arah dukungan di kontestasi di Pilkada NTB. Sebab itu, Partai Demokrat tak bisa serta merta menerima tawaran koalisi Partai Golkar untuk menduetkan Suhaili-Siti Rohmi sebagai pasangan calon dalam kontestasi di Pilgub NTB.

“Ini bukan karena Demokrat jual mahal. Tapi kita ikuti prosedur yang berlaku,” kilah pengasuh pondok pesantren Nurul Kamal
NW Narmada, Lombok Barat tersebut.

Kendati demikian, ia mengakui, dalam komunikasi politik yang dilakoni Partai Demokrat dan Partai Golkar sudah hampir menemukan ada kesepakatan. Kedua belah pihak ada kesepahaman terkait gerak langkah dan pembangunan di provinsi NTB.

Walaupun demikian, Partai Demokrat tak mau tergesa-gesa memutuskan arah dukungan dan koalisi di Pilkada NTB. Dikarenakan, Partai Demokrat juga harus mensinergikan arah dukungan dan koalisi di Pilkada kabupaten kota menggelar pilkada serentak 2018.

Dengan ada sinergi dukungan dan arah koalisi di Pilkada NTB dan Pilkada kabupaten kota menggelar pilkada serentak. Maka kerja-kerja politik kepartaian dan optimalisasi mesin politik parpol bisa dilaksanakan untuk memenangkan calon kepala daerah didukung dan diusung di Pilkada NTB.

“Tetap kita harus berpikir empat titik pola. Yakni, Pilgub NTB dan Pilkada tiga kabupaten kota,” sebutnya.

Mahally mengakui, Partai Demokrat hanya akan mengusung kader terbaik Siti Rohmi pada Pilgub NTB mendatang. Sebagai partai dengan kursi delapan di tingkat DPRD provionsi, Partai Demokrat harus mengusung kader terbaik dalam kontestasi di Pilkada NTB 2018.

Meski belum ditentukan, apakah sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur.  Terganutng bagaimana finalisasi komunikasi politik dan penjajakan diantar parpol mitra koalisi.

“Demokrat harus melakukan koalisai dengan partai lain. Sehingga komunikasi politik antar partai tetap dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, Misbah Mulyadi mengatakan, sudah ada pertemuan dan komunikasi politik antara Partai Golkar dan Partai Demokrat. Namun hal tersebut masih belum final.

Ia mengklaim bahwa tersebut sebatas untuk menyatukan pandangan dan persepsi terkait pembangunan di NTB. Namun belum membicarakan dan membahas terkait kemungkinan ada duet Suhaili FT-Siti Rohmi di kontestasi pilgub NTB.

“Semua masih dalam tahapan penjajakan,” imbuhnya.

Ia mengklaim, Partai Golkar masih menunggu hasil survei terkait tingkat elektabilitas atau daya keterpilihan terhadap sejumlah figur yang digadang-gadang sebagai pendamping Suhaili FT di Pilkada NTB. Dalam survei tersebut ada sejumlah figur disimulasikan berpasangan dengan calon Gubernur dari Partai Golkar tersebut.

Misalnya, figur dari pulau Lombok. Yakni, Siti Rohmi Djalilah, Selly Handayani. Adapun figur dari Pulau Sumbawa. Yakni, Morry Hanafi, Johan Rosihan, Nurdin Ranggabarani, Muhammad Amin, Qurais H. Abidin, Badrul Munir. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid