Duet Dr Zul-Gede Sakti Diserahkan ke PKS

Dr. Zulkiflimansyah
Dr. Zulkiflimansyah (Dok/Radar Lombok)

MATARAM—Dr. Zulkiflimansyah akhirnya merespon wacana duet dirinya dengan Gede Sakti. Ia sepenuhnya menyerahkan keputsaun terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Saya serahkan kepada PKS keputusanya,” kata anggota DPR RI dapil Provinsi Banten itu, kepada Radar Lombok Rabu kemarin (7/6).

Selain itu, ia juga mengaku sudah ada komunikasi dengan NW Anjani. Komunikasi itu terkait kemungkinan dirinya dipasangkan dengan kakak kandung anggota DPR RI dapil NTB dari Partai Hanura, Lalu Gede Syamsul Mujahidin tersebut.

Dalam komunikasi yang dibangun, terangnya, baru sebatas menyamakan pandangan terhadap arah pembangunan NTB. Namun hal tersebut belum final.

Apakah ada keinginan dipasangkan dengan Gede Sakti? Menjawab pertanyaan ini sosok pendiri Universitas Teknologi Sumbawa itu menjawab normatif. Ia mengatakan, hal itu sangat tergantung dari keputusan PKS. Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada PKS terkait komunikasi politik yang dijajaki dengan NW Anjani terkait kemungkinan dirinya dipasangkan dengan Gede Sakti.

“Keputusan akhir nanti ada di partai. Apapun keputusan Partai saya siap ikuti,” ucapnya.

Namun demikian, anggota DPR RI dapil Banten tersebut menilai, Lalu Gede Sakti merupakan salah satu putra terbaik dimiliki NTB. Sosok Gde Sakti layak diberikan kesempatan menakhodai daerah.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Provinsi NTB, Abdul Hadi mengakui, wacana duet Dr. Zul-Gede sakti sebagai pasangan kontestan di Pilkada NTB sebagai bagian dari dinamika politik yang berkembang. “Sah-sah saja ini bagian dari dinamika politik ada,” ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB tersebut.

Meskipun belum ada keputusan final terkait ada duet tersebut. Namun, ia menyatakan, dalam komunikasi politik yang bangun dan dijajaki, siapa berpasangan dengan siapa di kontestasi Pilkada NTB juga harus menelaah dan mengkaji berbagai aspek. Misalnya, dukungan parpol sebagai kendaraan untuk maju sebagai kontestan.

PKS sadar tidak memiliki raihan kursi cukup untuk mengusung pasangan calon di Pilkada NTB. PKS berharap koalisi terbangun bisa paralel. Dengan koalisi paralel lebih memudahkan koordinasi dan optimalisasi mesin politik.

Sementara itu, Ketua Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri menilai, sosok Dr.Zul memiliki pengaruh cukup besar dalam mengubah konstalasi politik di Pilkada NTB. Ini bisa dilakukan lewat jaringan yang dimilikinya di tingkat nasional maupun lokal.

BACA JUGA :  Gerindra Rencanakan ‘Perjodohan’ Suhaili-Mori

“Bagaimanapub beliau orang hebat. Ia memiliki jaringan cukup luas dan kuat,” katanya.

Menurutnya, dengan jaringan yang cukup kuat di tingkat pusat, Mahalli menyebutkan tidak tertutup kemungkinan politisi PKS asal Sumbawa itu akan memberikan kejutan-kejutan. Buktinya, sosok ini memiliki kedekatan tersendiri dengan para ketua partai di Indonesia.

Misalnya, beberapa waktu lalu santer terdengar kabar ketua umum Partai Golkar, Setya Novanto memberikan sinyal dukungan bagi Dr. Zulkiflimansyah. Demikian pula kabar  Ketua umum DPP Partai Hanura Osman Sapta Odang bakal memberikan restu duet Zulkiflimansyah-Lalu Gede Syamsul.

“Bisa saja nanti muncul kejutan lagi dari Pak Doktor Zulkiflimansyah. Karena hubungan relatif dekat ketua umum parpol,” imbuhnya.

Mahally mengatakan, meski sejumlah Parpol sudah menerbitkan SK rekomendasi dukungan bagi calon gubernur di kontestasi Pilkada NTB. Namun hal itu belum menjadi jaminan.

“Kalau sudah dipakai mendaftar baru partai itu tidak boleh menariknya. Nah siapa tahu besok keluar rekomendasi baru, maka batal rekomendasi yang lama itu.,Apalagi ini masih lama,” tandasnya.

Selain itu, di berbagai lembaga survei juga menempatkan bacagub PKS tersebut pada posisi yang cukup tinggi. Baginya hal tersebut luar biasa dengan kemunculan Dr. Zulkiflimansyah.

“Itu bisa mengubah konstelasi, merubah jumlah suara lawan, karena kan pasti dia punya pendukung dan pengikut yang tidak kecil,” terangnya.

Disinggung terkait peluang memasangkan Siti Rohmi dengan Dr. Zul, Mahalli menjawab, bahwa semua figur masih berpeluang. Mengingat sampai saat ini Demokrat masih terus membangun komunikasi politik dengan sejumlah parpol.

Pengamat Politik NTB, Darmansyah MSi menilai, sosok Dr Zul tidak bisa diabaikan. Ia dikenal memiliki dukungan kekuatan finansial memadai dan jaringan cukup luas dan kuat. Baik di level nasional maupun daerah.

Meskipun ia berasal dari NTB, namun ia terpilih selama tiga periode menjadi anggota DPR RI dapil provinsi Banten. Bahkan, ia pun sempat bertarung di Pilkada Banten. (yan)