Duet Ahyar-Morry Belum Final

Duet Ahyar-Morry Belum Final
BERSAING : Dua bakal calon wakil gubernur asal Pulau Sumbawa, Morry Hanafi dan Nurdin Ranggabarani disebut-sebut bersaing menjadi pendamping Ahyar Abduh. (Ahmad Yani/Radar Lombok)

MATARAM—Isu paket pasangan Ahyar Abduh dan Morry Hanafi rupanya belum final. Paket inimasih sebatas penjajakan satu sama lain.

Wakil Ketua DPRD NTB, Morry Hanafi mengatakan, sejauh ini antara dirinya dan Ahyar Abduh masih saling menjajaki. Tahapan komunikasi kedua belah pihak sudah sampai pada adanya kesepahaman visi dan misi tentang arah pembangunan di NTB.

Meski belum final, rupanya menggelinding isu tentang rencana deklarasi paket Ahyar –Morry. Menanggapi hal ini, Morry meminta awak media menunggu proses selanjutnya.

“Ditunggu saja,” katanya, Senin kemarin (3/7).

Sembari menunggu prose situ, bebernya, ia kini tengah gencar menggalang komunikasi dan dukungan dari partai lain selain Gerindra. Langkah ini dilakukan demi memasifkan dukungan sebagai kendaraan politik andai nanti berpasangan di Pilkada NTB 2018.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah final,” imbuh politisi asal Bima tersebut.

Morry pun menambahkan, selaku bakal calon wakil gubernur dirinya sudah intens mensosialisasikan pencalonan dirinya. Ia mengaku terus bergerilya dengan turun ke masyarakat bersilaturahmi dan bertatap muka menyerap aspirasi masyarakat.

“Prinsipnya saya tetap maju sebagai calon wakil gubernur,”  tegasnya.

Terpisah, bakal calon gubernur NTB, Ahyar Abduh menyatakan,  ada beberapa nama yang masuk bursa calon pendampingnya. Namun calon pendamping sudah dikerucutkan lagi.

“Sudah kelihatan dari beberapa nama-nama, tapi saya belum memastikan,” ucap Wali Kota Mataram tersebut.

Ia pun masih  masih terus melakukan kajian-kajian, pertimbangan-pertimbangan untuk beberapa nama yang berpotensi menjadi calon pendampingnya. Selain pertimbangan pribadi yang dijadikan acuan, ia juga akan melibatkan partai koalisi yang akan mengusung dalam menentukan pendamping.

Ketika diminta menyebut siapa saja yang akan mendampingi dirinya, ia enggan membeberkan. Alasannya, kondisi politik Pilkada NTB masih relatif dinamis. (yan)

BACA JUGA :  Ahyar Belum Pikirkan Pendampingnya