Dua Warga Kotaraja Lombok Timur Diduga Kena Tembak

DIRAWAT: Salah satu korban yang terduga kena tembakan sedang dirawat di Puskesmas Kotaraja Lomok Timur. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dua warga di Dusun Marang Selatan, Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur diduga terkena tembakan anggota polisi, Senin (8/11) malam. Dua korban tersebut adalah Hasbi yang diduga tekena tembakan peluru karet di bagian paha dan M Kadry Ramadan yang diduga terkena tembakan di bagian kepala.

Kejadian itu berawal dari adanya perdebatan antara H Alawi dan TGH Ajibar di media sosial Maulid Nabi Muhammad. H Alawi dalam percakapan di media sosial itu diduga telah menghina TGH Ajibar. Hal itu kemudian memantik amarah jemaah TGH Ajibar hingga akhirnya mendatangi rumah H Alawi.

Namun, yang bersangkutan tidak berada di rumahnya karena segera mengamankan diri begitu mengetahui dirinya dicari. Dengan difasilitasi para pihak, baik itu pemerintah desa setempat maupun dari pihak kepolisian, ada inisiatif kedua belah pihak berdamai. “H Alawi datang ke rumah TGH Ajibar untuk meminta maaf,” ujar Habib Al Qutbi, penasihat hukum korban M kadary Ramadhan melalui sambungan telepon, Selasa (9/11).

Begitu H Alawi sampai di rumah TGH Ajibar, jemaah langsung datang berduyun-duyun untuk menyaksikan permohonan maaf itu. Saat pertemuan kedua belah pihak disaksikan masyarakat banyak, tiba-tiba datang anggota kepolisian dengan mengeluarkan tembakan. Tapi tembakan tidak mengarah ke atas layaknya tembakan peringatan pada umumnya. Tetapi malah mengarah ke depan hingga akhirnya mengenai korban. “Hasbi yang tekena tembakan peluru karet di bagian paha dan M Kadry Ramadan yang terkena tembakan di bagian kepala. Darahnya banyak sekali. Bajunya basah dengan darah,” sebut Habib.

BACA JUGA :  Dewan Minta Eksekutif Segera Selesaikan Temuan BPK

Akibat peristiwa tersebut, korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat dan kini masih dalam perawatan. Atas peristiwa ini, pihak keluarga korban akan melaporkan peristiwa tersebut ke Polda NTB. “Kami meminta agar pelaku diusut tuntas dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” tuturnya.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono yang dikonfirmasi membantah keras adanya penembakan oleh anggotanya. Dua orang yang terluka bukan karena ditembak tetapi terkena benda tumpul. Saat kejadian, salah satu anggota polsek juga mengangkat korban yang jatuh dan membawanya ke puskesmas untuk dirawat. ‘’Yang turun ke lokasi hanya anggota Sabhara dan Tim Puma Polres Lombok Timur tanpa ada anggota Brimob,’’ kata Herman.

BACA JUGA :  Penertiban Nelayan Mataram di Pantai Senggigi, Pemkot Minta Hingga Maret

Saat kejadian, sambung Herman, anggotanya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk bubar. Karena pada saat itu masyarakat tidak mau membubarkan diri sehingga pihak kepolisian melepas gas air mata. Terkait pemberitaan yang sudah dikeluarkan, yang mengatakan polisi melepaskan tembakan kepada warga dan anggota Brimob yang melakukannya itu tidak benar. Tidak sesuai fakta di lapangan. ‘’Sesuai dengan hasil visum korban yang diduga kena tembakan itu terkena benda tumbul. Ada luka di bagian tangan, kaki, dan sedikit tergores di bagian kepalanya,” tukasnya.

Herman juga menjelaskan, yang diduga korban sempat lari karena banyak orang yang berdesakan. Maka korban langsung jatuh dan terbentur benda tumpul. “Ia minta tolong lah agar tidak memberikan informasi yang tidak benar. Sesuaikanlah dengan fakta yang ada,” harap Herman.

Ia juga bersama anggotanya menyempatkan dirinya bersilaturahmi sambil menjenguk korban dan keluarga korban. Sementara Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto yang dikonfirmasi belum ada tanggapan hingga berita ini ditulus. Radar Lombok beberapa kali berusaha mengkonfirmasi via WhatsApp tetapi belum ada jawaban. (der)