Dua TKI Lotim Kembali Dideportasi

Lalu Sadli Bahtiar (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Kabuapaten Lombok Timur merupakan salah satu pengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  terbesar ke berbagai Negara. Namun hingga kini pemerintah belum bisa menertibkan TKI, yang masih banyak keluar masuk negara lain melalui jalur illegal. Akibatnya, tak sedikit TKI yang kemudian dideportasi dari Negara tujuannya bekerja.

“Hari Minggu ini (kemarin, red), kami kembali mendapatkan informasi kalau ada dua warga Lotim yang dideportasi dari Negara tujuannya bekerja, karena tidak memiliki dokumen yang lengkap,” ungkap Kasi IKP Dinas Tranmigrasi dan Tenaga Kerja Lotim, kemarin (5/3).

Kedua TKI asal Lotim ini dideportasi oleh Negara yang berbeda, dan merupakan TKI yang masuk melalui jalur non prsosedural atau illegal. Parahnya lagi, salah satu TKI (TKW) yang dideportasi ini masuk ke negara Timur Tengah yang sudah jelas-jelas dilarang oleh pemerintah. “Tenaga kerja ini ada yang dideportasi dari Suriah, yang sudah jelas dilarang oleh pemerintah,” jelasnya.

Dikatakan, Pemerintah Indonesia sejauh ini tidak pernah memberangkatkan TKI ke Negara Timur Tengah, sehingga dapat dipastikan kalau TKI yang dideportasi ini merupakan TKI illegal. Berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 260 Tahun 2015, bahwa pemerintah sudah lama melarang pengiriman tenaga kerja ke Negara Suriah. “Jadi jelas kalau yang dideportasi ini illegal, dan kita akan usut tuntas PT (perusahaan) yang memberangkatkannya,” tegasnya.

[postingan number=3 tag=”tki”]

Disampaikan, kedua tenaga kerja yang dideportasi ini bernama Sulusul Laili BT Muhibuddin, alamat Desa Paok, Kecamatan Suralaga, dan Amaq Idham, alamat Dusun Gelumpang, Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga. Dimana salah satunya telah dipulangkan oleh pemerintah, sedangkan satunya lagi masih berada di Rumah Sakit Polri Jakarta.

Tak hanya soal TKI dideportasi saja. Satu lagi TKI asal Desa Santong, Lotim juga meninggal dunia di Malaysia. Namun TKI yang dinyatakan meninggal ini belum bisa dipulangkan, karena masih menunggu data resmi dari pihak keluarga, mengingat yang bersangkutan masuk ke Malaysia juga melalui jalur non prosedural. ”Jadi kita masih menunggu kapan bisa dipulangkan, karena yang bersangkutan merupakan TKI illegal,” jelasnya.

Terkait adanya TKI yang masih masuk dan dijanjikan bekerja ke Negara Timur Tengah, pihaknya berharap pada masyarakat agar tidak percaya begitu saja. Karena pemerintah sudah tagas melarang adanya pengiriman TKI ke Timur Tengah. ”Saya ingatkan lagi, Pemerintah Lombok Timur dan NTB tidak pernah mengirim TKI ke Negara-negara Timur Tengah. Kalau pun ada, maka dapat dipastikan melalui jalur-jalur yang dilarang,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid