Dua Tersangka Kasus Penyelewengan Alsintan Ditahan, Satu Mangkir

SELONG – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur akhirnya menahan dua dari tiga tersangka kasus dugaan penyelewengan bantuan mesin alat pertanian (Alsintan) tahun anggaran 2018, Kamis (8/12). Kedua tersangka yang ditahan itu adalah mantan Kadis Pertanian Lombok Timur, M. Zaini, dan mantan anggota DPRD Lombok Timur
Sapruddin. Sedangkan satu tersangka lagi, Asri Mardianto, mangkir dari panggilan penyidik tanpa alasan yang jelas.

Keduanya ditahan setelah menjalani proses pemeriksaan kurang lebih enam jam. Pemeriksaan dimulai pukul 09. 00 wita hingga pukul 14.00 wita. Tepatpukul 17.00 wita, ledua tersangka didampingi kuasa hukum keluar dari ruang pemeriksaan. Mereka langsung digelandang ke mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Kelas II B Selong selama 20 hari kedepan. Kepala Kejari Lombok Timur, Efi Laila Kholis, mengatakan,
penahanan dua orang tersangka Alsintan merupakan salah satu bagian dari tahapan proses hukum dalam penanganan sebuah perkara tindak pidana korupsi. Sesuai jadwal yang telah ditentukan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemanggilan. Namun dari
tiga orang tersangka, hanya dua orang yang datang memenuhi panggilan penyidik.


Sedangkan satu lagi yaitu tersangka Asri Mardianto mangkir dari jadwal yang telah
ditentukan.” Dua yang tersangka yang kita tahan ini adalah Mantan Kadis Pertanian Lombok Timur tahun 2018 dan satunya lagi mantan anggota DPRD Lombok Timur,” ungkapnya. Selama 20 hari masa penahanan, penyidik akan berupaya merampungkan berkas tuntutan sebelum dilimpahkan ke pengadilan. “Penahanan ini tentunya sesuai dengan KUHP.

Yaitu alasan objektif dan subyektif dimana para tersangka dikhawatirkan akan melarikan diri dan menghilangkan barang
bukti,” ungkapnya. Sedangkan untuk satu tersangka yang mangkir, penyidik segera mungkin akan melakukan pemanggilan ulang.”Kita akan panggil kembali besok (hari ini red). Kita minta supaya tersangka ini bisa segera datang ke Kejari,” tutupnya.

Hal sama juga disampaikan Kasi Intel Kejari Lombok Timur Lalu Moh. Rasyidi. Ia menambahkan, perbuatan para tersangka telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3.817.404.290 berdasarkan laporan BPKP. Dalam kasus ini masing- masing tersangka punya peran tersendiri. Sapruddin yang merupakan mantan anggota DPRD Lombok
Timur menyuruh Asri Mardianto untuk membentuk UPJA yang akan diajukan ke Dinas Pertanian Lombok Timur. Dimana UPJA tersebut akan diusulkan untuk
penerbitan SK CPCL oleh Kadis Pertanian sebagai syarat untuk bisa menerima bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian. Selanjutnya tersangka Zaini menerbitkan SK CPCL sesuai yang usulan dari tersangka tersangka Sapruddin.

Namun proses penerbitan SK CPCL tersebut
tidak melalui mekanisme verifikasi kebenaran dan keabsahan CPCL yang telah diusulkan tersebut.” Dari tiga tersangka itu,
untuk tersangka Asri Mardianto tidak bisa dilakukan pemeriksaan karena yang bersangkutan mangkir dari penggilan Kejaksaan. Penyidik pun kembali akan melayangkan panggilan kedua terhadap tersangka AM,” imbuhnya.(lie)

Komentar Anda