Dua Santri MANPK 2 Mataram Juara Esai Nasional

MATARAM – Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) 2 Mataram berhasil meraih juara Nasioal di ajang Esai Tingkat Nasional dan Khitobah atau Pidato Bahasa Arab Tingkat Nasional yang diselenggarakan Ponpes Terpadu Al-Kahfi Bogor Jawa Barat. Kedua santri tersebut atas nama Khairul Hamim Juara 1 Esai Tingkat Nasional dan Zul Rizal Fathoni Juara 1 Khitobah atau Pidato Bahasa Arab Tingkat Nasional.

Kepala MAN 2 Mataram HL Syauki MS mengatakan, kedua santri MANPK 2 Mataram yang telah meriah prestasi membanggakan di tingkat nasional tersebut tidak terlepas dari peran guru yang selalu membina secara intens.

“Alhamdulillah, kita bersyukur kedua santri MANP 2 Mataram meraih juara 1 di masing-masing mata lomba yang diikuti,” kata HL Syauki.

Menurutnya, kedua santri MANPK 2 Mataram ini sama-sama menujukkan kemampuan yang luar biasa. Mereka juga sudah beberapa kali keluar sebagai juara. Lomba ini memperebutkan hadiah cukup besar dengan total sebesar Rp 100 juta. Terdapat 12 mata lomba yang dipertandingkan, salah satunya adalah lomba esai untuk MA/SMA sederajat se-Indonesia. Lomba lainnya, yakni desain poster, speech, business plan, cover jingle, fotografi, duet story-telling, khitobah, cipta baca puisi, MTQ, knowledge competition dan short video. Khusus Lomba Esai dan Pidato Bahasa Arab yang digelar panitia hanya untuk perorangan.

BACA JUGA :  Kemenag Diminta Jangan Paksa Madrasah UNBK

Terpisah, Zul Rizal Fathoni mengaku bersyukur atas prestasi yang diraihnya. Dakwah bisa dilakukan dengan berbagai cara, tentu dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing orang, meski tidak juara sekali pun setidaknya sudah menjalankan dakwah dengan batas kemampuan yang dimilikinya.

“Alhamdulillah, saya meraih juara 1 diajang tersebut,” ungkapnya.

Selanjutnya, Khairul Hamim mengaku meraih juara 1 mengangkat masalah  Culture Knowledge pada Generasi Muda Berbasis Aplikasi Tiktok atau Edukasi Budaya Berbasis Tiktok. Masalah Edukasi Budaya atau Culture Knowledge berbasis TikTok, merupakan terobosan baru untuk memperkenalkan kembali budaya lokal di Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang sepertinya telah melupakan dan mengabaikan budaya-budaya lokal negeri ini.

BACA JUGA :  Perpustakaan MAN 2 Mataram Juara Favorit Nasional

“Alasan saya mengangkat ini, karena pengguna TikTok yang begitu besar di Indonesia. Dengan pemanfaatan kecanggihan teknologi sekarang ini, sangat tepat dirasa sebagai alat untuk sosialisasi atau kampanye tentang hal ini,” tuturnya.

Namun, berhasil atau tidaknya cara ini sangat bergantung kepada keaktifan dan kekreatifan penyuluh untuk membuat konten yang menarik kepada penggunanya. Semakin menarik konten yang dibuat, semakin besar pengaruh yang diberikan kepada netizen, maka semakin besar pula kesuksesan berjalannya edukasi ini.

“Edukasi budaya atau Culture Knowledge berbasis TikTok merupakan strategi yang efektif dan efisien dalam memberikan edukasi tentang budaya dengan metode kekinian,” katanya. (adi)