Dua PTS Belum Selesaikan Pengembalian Dana Bidikmisi Mahasiswa

OMBUDSMAN : Asisten Bidang Penanganan Laporan Ombudsman NTB Arya Wiguna bersama Sahabudin saat memberikan keterangan. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ombudsman Perwakilan NTB hingga Juni 2022, masih memberikan perhatian terhadap persoalan dugaan penyelewengan dana bantuan Bidikmisi kepada mahasiswa. Dari 6 kampus swasta di NTB, masih ada 2 kampus swasta yang hingga pertengahan Juni 2022 ini belum mengembalikan 100 persen uang beasiswa Bidikmisi kepada mahasiswanya.

“Kita minta dua kampus swasta tersebut supaya secepatnya mengembalikan uang beasiswa Bidikmisi kepada mahasiswa penerima,” kata Asisten Bidang Penanganan Laporan Ombudsman NTB Arya Wiguna kepada Radar Lombok, Senin (13/6).

 Disebut Arya, dua kampus swasta tersebut belum 100 persen mengembalikan dana besiswa Bidikmisi yang sempat dipotong. Hanya saja satu kampus sudah mengembalikan sekitar 95 persen, sementara satu kampus lagi masih belum. Arya berharap secepatnya diberikan kepada mahasiswa yang mendapatkan Bidikmisi ini.

BACA JUGA :  Unram Peringkat 23 THE University Impact Rankings 2022

Disampaikan saat ini sedang proses pengembalian dana beasiswa Bidikmisi yang diduga diselewengkan sejumlah kampsu swasta di NTB. Namun dari 2 kampus ini ada oknum rektor yang mencari-cari alasan supaya tidak dikembalikan dana mahasiswa yang bersangkutan.

“Kita minta mereka fokus saja untuk mengembalikan dan jangan mereka mencari alasan-alasan. Sampai sekarang ini juga kami tidak pernah mempublis siapa kampus tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA :  883 Guru Honorer Tidak Lulus UKG

Selain itu, dari Inspektorat Jenderal Kemendikburistek RI sudah turun melakukan pemeriksaan dan hasilnya mirip dengan apa yang menjadi temuan Ombudsman Perwakilan NTB .

Sementara itu, Asisten Bidang Penanganan Laporan Ombudsman NTB Sahabudin menambahkan pihaknya menginggatkan kepada 2 kampus swasta yang sedang proses pengembalian supaya serius dan berkomitmen untuk menyelesaikannya.

“Kalau ini tidak sesuai dengan waktu, maka akan menjadi persoalan lain. Kami berharap kedua kampus swasta ini supaya fokus untuk menyelesaikannya dengan mahasiswa yang mendapatkan Bidikmisi tersebut,” ucapnya. (adi)