Dua Peserta SKB CPNS Reaktif, Satu Positif Covid-19

ARAHAN : Peserta SKB CPNS saat diberikan arahan sebelum memasuki ruangan CAT, Kamis (3/9). (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )
ARAHAN : Peserta SKB CPNS saat diberikan arahan sebelum memasuki ruangan CAT, Kamis (3/9). (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Pemprov NTB mulai melaksanakan seleksi kompetensi bidang calon pegawai negeri sipil (SKB CPNS) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Kamis (3/9). Pada hari pertama, terpantau berjalan lancar meski ada beberapa peserta yang reaktif. Direncanakan pelaksanaan SKB CPNS lingkup Pemerintah Provinsi NTB hingga 9 September mendatang. “Hari pertama lancar, karena kita persiapkan secara matang,” terang Kepala BKD Provinsi NTB, H Muhammad Nasir di lokasi. 

Ditegaskan, seluruh tahapan SKB berpedoman pada protokol Covid-19. Jumlah peserta hanya 45 orang per sesi. Dalam sehari, terdiri dari 3 sesi, kecuali hari Jumat nantinya hanya 2 sesi. 

Pantauan Radar Lombok di lokasi, terjadi banyak perubahan dalam pelaksanaan SKB. Misalnya saja tidak ada monitor yang bisa dilihat oleh peserta atau wartawan di halaman kantor BKD. Pihak keluarga peserta juga dilarang untuk datang seperti tahun-tahun sebelumnya. Apabila ingin melihat nilai peserta, bisa melalui live streaming di Youtube.

Lebih lanjut diungkapkan Nasir, pada hari pertama pelaksanaan SKB dengan metode computer assisted test (CAT) ditemukan 2 orang hasil rapid test-nya reaktif. Mengingat, seluruh peserta diwajibkan membawa hasil rapid test untuk mencegah penularan Covid-19. “Tapi keduanya tetap ikut SKB di ruangan khusus. Itu berdasarkan persetujuan tenaga medis yang standby di sini,” ungkapnya. 

Untuk sesi pertama, sebanyak 45 orang peserta SKB hadir lengkap. Tidak ada juga peserta yang reaktif. Sedangkan sesi kedua, ditemukan 1 orang reaktif dan 1 orang tidak hadir tanpa keterangan. Selanjutnya untuk sesi ketiga, terdapat 1 orang reaktif dan 2 orang tidak hadir. “Ada juga peserta yang sudah melapor ke kita, dia sedang isolasi mandiri karena Covid-19. Untuk namanya, silakan tanya Pak Syamsul,” ujarnya. 

Bagi peserta yang datang terlambat, Nasir menegaskan bahwa peserta tersebut langsung dianggap gugur. “Lebih baik lebih dulu datang. Kalau ada yang kurang juga bisa ada waktu untuk mengurusnya. Peserta jangan lalai. Semua sudah kita umumkan. Karena ini kan koneksi langsung ke pusat. Tadi ada 1 orang terlambat, ya gugur. Tidak bisa ikut SKB,” tuturnya. 

Tidak bosan-bosannya Nasir mengimbau kepada seluruh peserta untuk tidak datang terlambat. “Peserta hadir satu jam sebelum tes. Jangan lupa bawa kartu peserta, KTP, alat tulis, masker, dan bawa hasil rapid test,” ucap Nasir. 

Kepala Bidang Informasi Kepegawaian (Inka) BKD Provinsi NTB, Syamsul Bukhari yang ditemui di ruang monitor mengungkapkan, hingga saat ini baru ada 1 orang peserta yang sudah melapor positif terjangkit Covid-19. Peserta tersebut seorang wanita dari Kabupaten Lombok Tengah. Awalnya, peserta tersebut melakukan rapid test. Hasilnya reaktif, sehingga dilanjutkan dengan pemeriksaan swab. “Hasil swab-nya positif, makanya sekarang dia isolasi mandiri di rumahnya,” terang Syamsul. 

Peserta tersebut harus mengikuti SKB CPNS pada hari kedua, Jumat (4/9) sesuai jadwal. Namun karena sudah melapor dan positif Covid-19, maka jadwal test akan dilaksanakan H+1. “Jadwal tesnya besok (hari ini, red). Tapi akan tes nanti H+1. Bisa juga dia ikut besok  di ruangan khusus, tergantung saran tenaga medis kalau itu,” ucap Syamsul. 

Sementara untuk 2 peserta yang reaktif di hari pertama, terdiri dari pria dan wanita. “Mereka reaktif berdasarkan hasil rapid test. Tapi suhu tubuhnya normal kok, di bawah 37 derajat celcius,” imbuhnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah datang langsung ke kantor BKD untuk memantau pelaksanaan tes SKB CPNS. Wagub berharap, SKB tersebut menghasilkan ASN yang memiliki kompetensi. “Manfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena kesempatan ini tidak didapat semua orang. Harapan pemerintah agar yang lulus memiliki kompetensi yang memang dibutuhkan,” ujarnya kepada peserta di ruang pengarahan. 

Selain mempersiapkan diri dengan baik, Wagub mengingatkan protokol kesehatan saat pelaksanaan maupun di luar kegiatan mengikuti tes. Hal ini dimaksudkan agar sukses bagi peserta juga bagi penyelenggara. Tes SKB merupakan lanjutan dari seleksi kompetensi dasar (SKD) yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Total jumlah peserta sebanyak 942 orang untuk lingkup Pemprov NTB. 

Salah seorang peserta SKB CPNS, Abdullah Muis asal Lombok Timur mengaku gagal menjadi yang terbaik. “Saya gagal, belum dapat rezeki PNS tahun ini,” tuturnya usai mengikuti SKB.

Di Lombok Tengah, ada 1095 CPNS yang sebelumnya dinyatakan lolos mengikuti SKB. Jumlah itu berkurang 50 orang dari jumlah sebelumnya 1145 peserta. Ke 50 peserta ini memilih tidak ikut karena mengikuti seleksi di daerah lain.

Untuk sesi pertama, ada 90 peserta yang direncanakan akan mengikuti tes. Saat datang, suhu tubuh mereka langsung diperiksa dan disemprot menggunakan disinfektan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Setelah semua diselesaikan maka peserta akan mengikuti tes dengan waktu selama 90 menit. Dari 90 peserta yang akan mengikuti seleksi ini, ternyata ada dua orang yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Praktis, ketidakhadiran dua orang peserta ini dinyatakan gugur. Sementara dari 88 peserta yang hadir, ada salah seorang peserta yang mengelukah sakit. Tapi setelah dicek suhu tubuh bukan gejala corona.

Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lombok Tengah, H Moh Nazili menegaskan, pelaksanaan SKB ini dimulai dari 3-7 September sesuai jadwal yang sudah ada mendatang. Untuk sehari, ada tiga sesi yang diikuti 90 orang peserta. “Ternyata untuk sesi pertama ada dua orang yang tidak hadir tanpa alasan jelas. Sementara satu orang lainnya mengeluh sakit, tapi sudah masuk ruangan maka sudah tidak bisa. Artinya harus mengerjakan soal, karena laporan kita hanya dua orang,” ungkap Nazili di lokasi kegiatan di SMK Praya Tengah, Kamis (3/9).

Nazili menegaskan, berbagai proses tes ini dipantau langsung oleh pusat. Bahkan di setiap komputer sudah ada kamera pemantau gerak-gerik peserta. Sehingga sulit untuk terjadi kecurangan. “Bahkan hasilnya bisa dilihat langsung lewat chanel yang sudah kita sediakan,”terangnya.

Nazili menegaskan, untuk hari pertama semua proses berjalan lancar. Tidak ada gangguan sedikit pun, begitu juga dengan kelancaran internet. Terlebih untuk tes sekarang tidak terlalu banyak jika dibandingkan saat tes SKD beberapa waktu lalu. “Sekarang kita gunakan tiga ruangan dan setiap ruangan diisi 30 peserta. Kita juga menyiapkan ruangan khusus bagi peserta yang nantinya ditemukan ada suhu tubuh di atas standar. Tapi tidak ada kendala dan semua berjalan dengan lancar,”terangnya.

Salah seorang peserta Refa Ahdiati asal Bodak Kecamatan Praya yang mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) mengaku, tidak ada kendala berarti saat tes. “Tapi soal yang agak lumayan sulit mungkin ya,”katanya. (zwr/met)