Dua Pemancing Tersambar Petir di Sekotong, Satu Meninggal

Bhabinkamtibmas bersama warga mengevakuasi korban tersambar petir ke Dusun Gili Gede, Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (20/10/2022). (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Ashar pria 42 tahun, seorang pemancing asal Dusun Gili Gede, Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, meninggal dunia akibat tersambar petir.

Peristiwa ini terjadi di Perairan Gili Rengit Desa Gili Gede Indah Kamis (20/10/2022) sekitar pukul 16.00 WITA.

Kapolsek Sekotong IPTU I Kadek Sumerta mengonfirmasi tentang informasi tersebut. “Iya, sudah melakukan evakuasi terhadap korban oleh Bhabinkamtibmas Desa Gili Gede Indah bersama warga,” ungkapnya, Jumat (21/10/2022)

Kapolsek menjelaskan bahwa, menurut keterangan dari Japria (32) selaku rekan korban, saat itu keduanya sedang memancing di tengah laut menggunakan perahu kecil mesin ketinting.

“Mereka melakukan aktivitas mencingnya masing-masing atau terpisah, di sekitar Perairan Gili Rengit Desa Gili Gede Indah,” ungkapnya.

Kemudian sekitar pukul 16.00 WITA, saksi yang cukup berdekatan jaraknya dengan korban melihat korban tiba-tiba tersambar petir karena saat itu sedang dalam kondisi hujan lebat.

Baca Juga :  Para Penyelam Dikerahkan Cari Nelayan Hilang di Sekotong

“Saksi yang berada cukup dekat dengan korban juga sempat terkena percikan petir yang menyambar tersebut, sehingga rekan korban juga sempat merasa kesakitan,” katanya.

Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, rekan korban berusaha mendekat untuk menolong dan berhasil membawa korban ke tepi pantai Dusun Gili Gede, Desa Gili Gede Indah.

Atas peristiwa tersebut kemudian sekitar pukul 16.44 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Gili Gede Indah bersama warga segera mengevakuasi korban dan rekannya.

“Langsung mengevakuasinya menuju Puskesmas Pelangan untuk mendapat perawatan, setelah mendapatkan perawatan oleh tim medis, namun nyawa korban tidak tertolong,” terangnya.

Baca Juga :  Festival Pesona Gili Gede Sambut MotoGP Mandalika

Korban meninggal dunia, karena mengalami luka cukup serius yakni terdapat luka bakar atau gosong di bagian punggung belakang.

“Sedangkan Japria atau rekan korban mengalami shock. Ia terkena percikan petir. Ia masih mendapatkan perawatan di Puskesmas Pelangan dan saksi sudah bisa berkomunikasi,” pungkasnya.

Sekitar Pukul 18.15 WITA, jenazah korban yang meninggal dunia dibawa oleh pihak keluarga menggunakan ambulans.

Sampai di Dermaga Tembowong, warga menyiapkan boat untuk menyeberangkan jenazah menuju rumah duka di Dusun Gili Gede.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dengan ikhlas sebagai suatu musibah dan menerima tanpa diautopsi.

“Kepada pihak keluarga, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga seluruh amal dan ibadah almarhum diterima di sisi-Nya,” tutupnya. (ami)

Komentar Anda