Dua Pelajar Tewas Tabrak Truk Tronton di Lembar

Kecelakaan lalu lintas terjadi antara pemotor dengan truk tronton di Dusun Teluk waru, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (9/4/2022) dini hari. (IST/SATLANTAS POLRES LOBAR)

GIRI MENANG–Kecelakaan lalu lintas terjadi antara pemotor dengan truk tronton di Dusun Teluk waru, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (9/4/2022) dini hari.

Kasat Lantas Polres Lombok Barat Polda NTB Iptu Agus Rachman mengatakan, kecelakaan itu berawal dari Sepeda Motor Shogun melaju menikung dari arah timur menuju utara. Sementara Truk Tronton Hino mengalami kerusakan dan terparkir di pinggir jalan sebelah kiri. “Pada saat melaju, Sepeda Motor Shogun menabrak bagian belakang sebelah kanan, dari kendaraan Truk Hino hingga terjadi lakalantas,” jelasnya melalui rilis, Minggu (10/4/2022).

Akibat peristiwa itu, pengendara Sepeda Motor Shogun Hamzan Wadi, laki-laki (16) bersama penumpangnya, Zaiunin laki-laki (14) tewas di tempat. Kedua remaja malang ini adalah pelajar yang berasal dari Dusun Teluk Waru, Desa Labuan Tereng.

BACA JUGA :  Jangan Lewatkan! Sepekan Lagi Tes Pramusim MotoGP Mandalika

“Untuk pengemudi Truk Tronton Hino, Saudara Sukirman, laki-laki (63) asal Dusun Lidah, Desa Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, telah kami amankan,” ujarnya.

Selain mendatangi TKP dan mengamankan pengemudi, Unit Gakum Polres Lobar juga mengamankan barang bukti Sepeda Motor Shogun. Sedangkan untuk truk, karena masih mengalami kerusakan belum bisa dipindahkan.

Diketahui, di TKP minim penerangan jalan. Saat kerusakan, pengemudi truk telah menyalakan lampu hazard. Juga memberikan tanda-tanda dengan daun kelapa, namun tidak terlihat oleh pengendara lain. “Saat itu kondisi Sepeda Motor Shogun tanpa lampu penerangan, dalam keadaan protol dan tidak safety untuk dikendarai. Selain itu juga dalam kecepatan tinggi, sehingga kecelakaan lalu lintas tidak terelakkan,” katanya.

BACA JUGA :  Pelabuhan Lembar Tutup Penyeberangan Penumpang ke Bali

Demikian juga untuk truk, seharusnya memasang tanda segi tiga pengaman, lampu hazard dan isyarat lain. Saat berhenti atau parkir, dalam keadaan darurat. “Untuk keamanan barang bukti truk, kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Lembar. Serta menambah pemasangan barrier, baik depan maupun belakang truk. Dengan jarak pemasangan sesuai SOP, agar terlihat oleh pengendara lain,” pungkasnya.

Selain itu memasang lampu penerangan agar terlihat oleh pengendara lain, serta mengarahkan untuk meningkatkan kegiatan patroli pada jam-jam rawan kecelakaan. (RL)