Dua Orang Warga Lombok Barat Positif Corona

Fauzan Khalid
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengumumkan pasien positif Corona dari Lobar.

GIRI MENANG – Setelah berusaha agar wilayahnya tetap bisa masuk zona hijau (bebas) dari penyebaran wabah virus Corona (Covid-19), Kabupaten Lombok Barat kini menjadi zona merah setelah dinyatakan ada dua orang dinyatakan positif Covid-19.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid langsung turun ke tengah masyarakat dengan cara keliling masjid untuk mengimbau warga tetap waspada terkait penyebaran wabah virus Corona. Adapun lokasi tempat Bupati Lobar Fauzan mendatangai warga untuk memberikan sosialisasi, yaitu Masjid Baitul Karim Kumbung Kuripan Utara Kecamatan Kuripan dan Masjid Jami’ Asasuttaqwa Desa Rumak Kecamatan Kediri Lombok Barat.

“Tiang (saya, red) baru mendapat WA rilis resmi dari pak Gubernur, di Lombok Barat sudah ada yang positif Corona 2 orang. Satu orang di Kecamatan Narmada dan satu di Kecamatan Lingsar berdasarkan hasil Swab (lab),” kata Fauzan melalui corong pengeras suara Masjid Jami’ Asasasuttaqwa Desa Rumak Kecamatan Kediri, Kamis (9/4).

Untuk itu, Fauzan meminta kepada seluruh masyarakat Lombok Barat untuk senantiasa waspada dengan menjalankan protokoler pencegahan Covid-19 secara ketat dan mandiri dengan cara  tetap berdiam diri di rumah, keluar dari rumah kalau terpaksa, itu pun harus menggunakan masker dan menghindari kerumunan banyak orang. Rajin-rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, serta tetap menjaga jarak.

“Bahkan menghindari kontak langsung dengan siapapun yang baru pulang dari daerah yang terpapar,” papar Fauzan sambil menjelaskan salah satu yang positif Coorna adalah orang yang baru pulang dari Gowa Sulawesi Selatan.

Berdasarkan rilis resmi yang ditanda tangani Gubernur NTB H Zulkifliemansyah, pasien dengan kondisi positif Covid-19 adalah pasien Nomor 13 atas nama LAB (laki-laki 54 Tahun) yang berasal dari Kecamatan Narmada. Pasien ini disebutkan memiliki kontak langsung dengan orang yang di daerah terjangkit virus Corona. Berikutnya adalah pasien Nomor 19 atas nama AS (laki-laki 47 Tahun) asal Kecamatan Lingsar yang diketahui memiliki riwayat pernah berkunjung ke Sulawesi.
Kini keduanya harus mengalami isolasi perawatan di RS Awet Muda Narmada. (ami)