Dua Kali Operasi di Batam, Kondisi Warga Kertasari Makin Parah

Warga Kertasari
MEMPRIHATINKAN: Inilah kondisi Hartin, warga Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang. Paha kiri ibu satu orang anak ini terus membengkak dan mengeluarkan darah pascaoperasi di Rumah Sakit di Batam.( FARUK/RADAR SUMBAWA)

TALIWANG – Hartin, 35 tahun, Warga RT 10 RW 04 Dusun Labuhan Kertasari Desa Kertasari Kecamatan Taliwang hanya bisa terbaring lemah di kediamannya. Ibu satu anak ini tidak bisa beraktivitas layaknya orang pada umumnya.

Hartin menderita sakit aneh, paha kirinya bengkak dan mengeluarkan darah pascaoperasi empat bulan lalu di salah satu rumah sakit di Batam. Dedy sang suami mengaku, awalnya dia bersama sang istri tinggal dan merantau di Batam. Dia juga menceritakan penyebab sakit yang dialami sang istri. Awalnya, Hartin mengeluhkan adanya muncul semacam gumpalan pada paha bagian kiri. Saat masih di Batam, Hartin kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Hasilnya, sang istri diketahui mengidap tumor. Pihak rumah sakit kemudian melakukan operasi. “Dua kali dilakukan operasi,” kata Suami Hartin, Dedy, Minggu 8/4).

Setelah operasi, kondisi Hartin malah semakin memburuk. Seminggu kemudian, Hartin kembali dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. “Oleh dokter di sana kembali dilakukan operasi. Tapi bukanya sembuh, malah tambah parah,” jelasnya.

Bekas operasi itu malah menjadi luka. Setiap hari, bekas luka operasi mengeluarkan darah. Kalau tidak di perban pasti darahnya tetap keluar.  Karena tidak ada perubahan, Hartin bersama suami dan satu orang anaknya kemudian pulang ke Kertasari. “Keluarga minta kita pulang. Dibantu keluarga pula, kami bisa kembali ke Kertasari,” jelasnya.

Karena luka bekas operasi ini semakin parah, pihak keluarga dibantu masyarakat setempat kemudian membawa Hartin ke Rumah Sakit Assy Syifa Sumbawa Barat. “Kita kemudian di rujuk ke Mataram. Selama hampir seminggu di Mataram juga belum berani ditanggani. Alasannya, menunggu hasil rekam medis Rumah Sakit di Batam,” paparnya.

Semua biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan Hartin merupakan hasil urunan masyarakat setempat. Termasuk biaya pemberangkatan dan kepulangan dari Mataram.

Saat ini, Dedy mengakui hasil rekam medis dari Batam sudah diterima. Rencananya, hasil rekam medis itu nantinya akan dibawa ke Mataram untuk menjadi rujukan dalam proses penyembuhan sang istri. “Rekam medisnya sudah dikirim dari Batam seminggu yang lalu,” tambahnya.

Sementara itu, Kades Kertasari, Burhanuddin mengaku, kondisi kesehatan Hartin semakin hari semakin memburuk. Luka bekas operasi yang dilakukan di rumah sakit Batam malah membuat paha bagian kiri ibu satu anak itu semakin membengkak. Masyarakat yang merasa prihatin dengan kondisi salah satu warga Kertasari ini, kemudian urunan untuk membantu biaya pengobatan Hartin. “Saat ke Mataram kemarin, itu biaya dari urunan warga masyarakat bersama pemerintah desa,” katanya.

Burhanuddin berharap ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Apalagi, biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan ini cukup besar. “Kami harap ada perhatian serius dari Pemda KSB. Karena apa, berdosa kami kalau tidak kami sampaikan. Pak Bupati sering menyampaikan, kalau ada warga yang sakit tidak disampaikan ke beliau, berdosa kita semua. Nah ini kami harapkan ada bantuan dari pemerintah,” harapnya.

Pemerintah dan masyarakat Desa Kertasari sudah melakukan berbagai upaya untuk membantu korban. Termasuk biaya keberangkatan saat menjalani rujuk ke Mataram. “Kebiasaan masyarakat kita di sini. Kalau ada warganya yang sakit, pasti kita gotong royong membantu biaya pengobatan. Kami harap, ini juga bisa menjadi perhatian pemerintah,” tambahnya. (far)