Dua Jenazah TKI Lotim Kembali Dipulangkan

Ridatul Yasa (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Proses pemulangan jenazah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Lotim yang menjadi korban kapal karam di perairan Batam minggu lalu terus dilakukan. Setelah sebelumnya dua jenazah yang dipulangkan, maka Kamis kemarin (10/11) kembali dua jenazah TKI Lotim dipulangkan dari Batam. Keduanya diketahui bernama Baharuddin, warga Desa Moyot, Kecamatan Sakra, dan Samiin, warga Dusun Menak, Desa Kalijaga Selatan, Kecamatan Aikmel.

Untuk proses pemulangan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dissosnakertrans) Lotim bersama pihak terkait melakukan persiapan. Dari Batam, kedua jenazah TKI itu akan diterbangkan ke Lombok Internasional Aiport (LIA). “Ya hari ini  (red) dua jenazah TKI Lotim korban kapal karam di perairan Batam akan  dipulangkan,” ungkap Sekdis Dissosnakertran Lotim, Ridatul Yasa, kemarin.

Dikatakan, kedua jenazah TKI itu diperkirakan akan tiba di Bandara LIA sekitar pukul 09.00 Wita. Kedua jezanah itu menggunakan pesawat yang sama. Pihaknya pun telah melakukan segala  persiapan menyambut pemulangan kedua jenazah TKI tersebut. Diantaranya menyediakan mobil ambulan.

Setelah tiba di Bandara, kedua jenazaah itu akan langsung dibawa ambulan untuk dipulangkan ke rumah masing-masing, dan diserahkan ke pihak keluarga. “Jenazah TKI Lotim yang sudah dipulangkan sudah empat orang ,” terangnya.

Dalam peristiwa ini, untuk sementara ini sebanyak enam orang TKI Lotim yang dipastikan tewas. Dari enam orang itu, empat sudah dipulangkan, sementara dua lagi segera akan menyusul. Keduanya bernama Samsuddin, 43 tahun, warga Desa Dasan Lekong, Sukamulia, dan Ahmad Suparla, asal Rungkang, Desa Jenggik, Kecamatan Terara. “Ya dua ini mungkin secepatnya akan dipulangkan. Yang pasti jumlah korban yang meninggal dari Lotim enam orang,” lanjutnya.

Sebelumnya, pemerintah telah memulangkan sebanyak 9 TKI yang tewas dari NTB. Dari  sembilan orang itu, 7 orang dari Lombok Tengah (Loteng), sedangkan dua lagi berasal dari Lotim. Mereka adalah Ating Fatmawati, 33 tahun asal Kampung Permai, Desa Pijot, Kecamatan Keruak, dan Mustaan, 33 tahun, warga Buktiang, Kecamatan Sakra Barat. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid