Dua Investor Asing Tertarik Investasi Pelabuhan Awang

Dua Investor Asing Tertarik Investasi Pelabuhan Awang
KAPAL IKAN: Tampak kapal-kapal penangkap ikan yang mulai beraktivitas di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Senin kemarin (11/11). (M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, saat ini terus mendapatkan perhatian. Setelah sebelumnya puluhan kapal mulai beraktivitas di tempat tersebut, ternyata hal ini membuat berbagai investor mulai melirik keberadaan PPN Teluk Awang ini. Dimana setidaknya ada dua perusahaan besar dari Negara China dan Singapura yang akan mengelola pelabuhan itu.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Unit Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang, Akmal, bahwa banyaknya potensi yang bisa dikelola di wilayah Pelabuhan Awang, saat ini banyak investor baik dari dalam, maupun luar negeri yang sudah mulai melirik pelabuhan itu. Bahkan dua perusahaan lokal sudah mulai bekerja di tempat itu.

“Sampai saat ini ada empat investor yang mulai tertarik mengelola Pelabuhan Awang, dua dari lokal sudah mulai bekerja. Sementara yang dari China dan Singapura masih mengurus izin di pusat,” ungkap Akmal saat berada di kantor Bupati Lombok Tengah, Senin kemarin (11/11).

Ke dua perusahaan lokal yang mengelola saat ini yakni perusahaan Kasi Setia Mina dan Kasi Setia AGP. Dimana keduanya mengelola kapal dan armada yang ada di pelabuhan tersebut. Sementara dua investor asing ini akan mengelola bangunan cold storage, pabrik es, pengelolan ikan dan docking kapal.

“Untuk dua perusahaan ini masih dalam peroses perivikasi dan validasi dokumen. Setelah semua sudah tuntas, baru kita mengarah ke kontrak kerja serta sewa lahan. Dari segi persyaratan memang mereka sudah memenuhi semua dan memang persyaratan itulah yang saat ini sedang dikaji,” terangnya.

Ditambahkan, kedepan sebelum izin keluar, maka sudah dipastikan jika berbagai persyaratan bisa terpenuhi. Karena jangan sampai Investor yang akan membangun awank jangan sampai hanya akan- akan saja. Artinya tidak secara langsung melakukan pembangunan sesuai dengan perjanjianya nantinya. “Makanya kalau mereka ingin melakukan investasi, mereka harus langsung melakukan pembangunan disana dan setidaknya mereka harus ada bukti keseriusan,” ungkapnya.

Lebih jauh disampaikan, pengembangan Awang memang tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Sehingga adanya investor ini sangat bagus, dan investor mana yang nantinya ditunjuk ini tergantung keputusan pusat. Pihaknya hanya ingin agar PPN Teluk Awang bisa dimaksimalkan, sehingga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta membuka peluang pekerjaan baru untuk warga di Lombok Tengah.

“Kalau untuk memenuhi segala kebutuhan atau prasarana di PPN Awang memang sangat membutuhkan peran serta dari para investor. Karena  masih banyak prasarana yang dibutuhkan.  Salah satunya sarana pabrik es, cold storage. Hal ini vital untuk mendukung logistik kapal-kapal dari luar daerah yang akan di relokasi pangkalannya ke Teluk Awang kedepanya,” jelasnya.

Akmal menegaskan, berbagai pembangunan ini semua akan menjadi bagian penting untuk menjadikan Teluk Awang sebagai basis industri perikanan terpadu dan berkelanjutan, yang akan memberikan multiflier efek dalam meningkatkan perekonomian NTB.

Untuk itu pihaknya sangat berharap dengan para investor yang sudah mulai ingin melakukan investasi di PPN Awang tersebut, segala prasrana yang dibutuhkan kapal pada saat bongkar muat ikan nantinya semua bisa terpenuhi. Karena tanpa fasilitas pendukung, maka bongkar muat juga tidak bisa dilakukan. “Berbagai potensi yang ada di Pelabuhan Awang menjadikannya memang sangat menarik bagi para wisatawan,” pungkasnya. (met)