Dua Industri Komestik NTB Tembus Pasar Ekspor

MATARAM – Industri komestik lokal di NTB baru ada dua perusahaan yang menyasar pasar ekspor. Karena standar mereka sudah memenuhi pasar ekspor, terlebih bahan-bahan digunakan bahan alami.

“Dua perusahaan sudah ekspor dari Organic Lombok Indonesia dan Vividerm CV Karya Iwin Insani,” kata Ketua Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPA Kosmetika) Indonesia – NTB, Septia Erianty.

Dikatakannya, untuk bisa memenuhi standar pasar luar harus ada beberapa syarat-syarat dipenuhi dan membutuhkan biaya besar. Tetapi bukan berarti kosmetik lokal tidak siap untuk pasar ekspor. Hanya saja belum mampu memenuhi standar.

“Industri yang lain mampu menyasar pasar ekspor, tapi masih terkendala dengan legalitas dan jaminan mutu. Tapi kami bisa bantu kalau memang teman-teman mau,” ucapnya.

BACA JUGA :  Target Pertumbuhan Ekonomi NTB Sulit Tercapai

Menurutnya, kosmetik untuk ekspor regulasinya sangat ketat, tidak hanya BPOM saja, tetapi MSDS (Material Safety Data Sheet), apalagi menyasar pasar Amerika harus melapor ke FDA atau BPOM Amerika. Begitu juga untuk masuk pasar Eropa ada syarat harus dipenuhi.

“Kenapa industri kosemtik nasional bisa ekspor, karena mereka sudah ada jaminan mutu dan syarat lainnya. Rata-rata itu perusahaan besar jaminan mutunya sudah pasti,” jelasnya.

Terpisah, Pendiri Vividerm Wiwin Insani mengatakan, saat ini produk skincare yang sudah dihasilkan mencapai 60 jenis. Di mana ada 64 produk dengan berbagai jenis. Ada sunblock, serum dan cream lainnya, sabun cair, sabun batang dan lainnya. Sementara konsumen yang dibanyak menggunakan produknya dari luar daerah bahkan luar negeri. Sementara untuk masyarakat lokal sendiri masih jarang.

BACA JUGA :  Tamu Sepi, Hotel Mengandalkan Penjualan Paket Makanan

“Ada beberapa dari luar negeri dan luar daerah itu ada di Medan dan kota lainnya. Kalau di Provinsi NTB itu yang beli dari Lombok Timur,” ujarnya.

Kendati untuk bisa melakukan ekspor ia sudah melalukan uji coba membuat sabun yang dilakukan tahun 2015. Setelah uji coba yang dilakukan sekitar enam tahun silam, produk yang dihasilkan disukai oleh masyarakat. Sehingga mampu mengembangkannya menjadi usaha yang menjanjikan.

“Kita mulainya aktifnya itu 2018 dan dapat izin itu tahun 2020, prosesnya memang panjang. Apalagi untuk produk kecantikan,” katanya. (dev)