Dua Fraksi Walk Out Dari Sidang Paripurna Reposisi AKD

SIDANG PARIPURNA: Suasana sidang paripurna dengan agenda reposisi AKD, Jumat (25/2). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYASidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah dengan agenda reposisi pimpinan dan anggota Alat Kelengkapan Dewan (AKD) diwarnai aksi walk out dari dua fraksi yakni Fraksi Nasdem Perjuangan dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Aksi walk out dari dua fraksi ini dilakukan akibat pimpinan sidang tetap melanjutkan persidangan. Padahal mereka sudah meminta untuk dilakukan penundaan, karena dua fraksi ini belum mengajukan nama anggota yang akan mengisi komposisi dari AKD, baik dari Badan Anggaran (Banggar), Badan Kehormatan (BK), Badan Musyawarah (Banmus), Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Banperperda) dan komisi-komisi.

Anggota DPRD Lombok Tengah dari Fraksi PKB, H Ahkam menegaskan bahwa, pihaknya meminta penundaan untuk sidang paripurna dalam reposisi AKD, karena di internal PKB belum selesai dilakukan pembahasan terkait dengan siapa anggota yang akan ditempatkan di masing-masing AKD ini. “Yang kita lakukan ini adalah reposisi AKD dan sudah jelas aturan mainnya masing- masing fraksi mengusulkan. Tapi karena belum tuntasnya pembahasan di internal kami, maka kami meminta untuk sidang paripurna ini ditunda,” ungkap H Ahkam saat menyampaikan usulannya, Jumat (25/2).

BACA JUGA :  Mantan Kades Bonder Divonis Tiga Tahun Penjara

Pihaknya meminta agar sidang paripurna dengan agenda reposisi AKD ini diagendakan ulang. Karena tidak ada aturan yang mengatakan bahwa reposisi AKD harus tuntas hari itu juga. Terlebih dalam menentukan siapa anggota yang akan dimasukan dalam komposisi AKD ini, perlu dilakukan rapat internal dengan sesama jajaran partai. “Tidak ada aturan juga yang mengatur suara terbanyak atau poting untuk menentukan apakah sidang reposisi AKD ini bisa dilanjutkan atau tidak. Tapi dalam aturan sudah jelas bahwa AKD  terbentuk dari unsur fraksi yang ada. Fraksi melakukan rapat untuk penyebaran. Tapi fraksi kami belum selesai melakukan pembahasan, makanya kami meminta ditunda,” tegasnya.

BACA JUGA :  Inspektorat Janji Profesional Tangani PKKN Kasus BLUD RSUD Praya

Hal yang sama disampaikan oleh Fraksi Nasdem Perjuangan, Suhaimi. Pihaknya memang tidak memperdebatkan dari sisi aturan apakah harus ditunda atau tidak, tapi ia merasa heran bahwa reposisi AKD saat ini terkesan terburu-buru. Pasalnya ia sendiri merasa tidak mengetahui bagaimana perjalanan dari reposisi AKD ini. “Maka biar tidak terkesan terburu-buru sebaiknya ditunda saja. Karena dari tradisi seingat saya ada beberapa proses yang harus kita lewati dan saya malah melihat bahwa AKD saat ini terkesan sunyi tidak seperti sebelum-sebelumnya,” tegasnya.

Hanya saja karena sidang tetap dilanjutkan, maka kedua fraksi ini walk out dan bahkan dari Fraksi Nasdem Perjuangan tetap tidak mengajukan nama-nama anggota yang akan mengisi AKD yang baru ini. (met)