Dua Desa Terpencil Gelar Apel HUT RI

Humaidi
Humaidi (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Jelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 yang tinggal sebentar lagi, 17 Agustus 2017 mendatang, Kecamatan Montong Gading, telah memberikan ijin kepada desa-desa terpencil untuk menggelar apel bendera, maupun aneka kegiatan untuk memeriahkan HUT RI di desa masing-masing.

Camat Montong Gading, Humaidi mengatakan, hal itu dilakukan untuk meningkatkan rasa kebangsaan bagi masyarakat di pedesaan, terutama masyarakat terpencil. Mengingat pada saat pemerintah kecamatan dan kabupaten menggelar aneka kegiatan untuk memeriahkan HUT RI, sementara masyarakat di pelosok tidak merasa tersentuh.

“Selain itu, kegiatan juga sekaligus diharapkan dapat memupuk dan meningkatkan rasa kebangsaan masyarakat di pelosok pedesaan. Mengingat akhir-akhir ini banyak paham-paham radikal yang bisa membuat masyarakat menjadi kebingungan, dan dapat melemahkan jiwa kebangsaan kita saat ini,” kata Humaidi kepada Radar Lombok, Sabtu (22/7).

Meski pihaknya mendorong desa-desa terpencil agar merayakan HUT RI, bukan berarti pihak kecamatan akan berdiam diri, dan tidak melaksanakan upacara. Namun ini agar semua masyarakat bisa merasakan, bagaimana hikmah suatu kemerdekaan di tanah kita ini, sehingga rasa kebangsaan juga mulai timbul kembali.

“Kita sadari, masyarakat-masyarakat kita yang berada di daerah terpencil, terutama di daerah perbatasan Lombok Timur dan Lombok Tengah yang jauh dari ibukota kecamatan, mereka sangat jarang mengikuti kegiatan yang digelar di kecamatan,” akunya.

Seperti di Kecamatan Montong Gading sendiri lanjutnya, terdapat dua desa yang jauh dari ibukota kecamatan, yang rentan dimasuki pemahaman radikal. ”Salah satu desa di wilayah kami dengan kondisi terpencil, saat ini (diduga) sudah dimasuki dengan ajaran-ajaran yang tidak kita ingingkan. Sehingga dengan adanya upacara di pedesaan, akan menggugah jiwanya. Ini yang saya tujukan,” terangnya.

Bahkan sambungnya, pelaksanaan Upacara HUT RI yang biasanya dipimpin oleh seorang TNI dan Polisi, maupun para pejabat. Namun untuk dua desa terpencil seperti Desa Jenggik Utara dan Desa Pringgejurang Utara, nantinya akan dipimpin oleh Tuan Guru (ulama). ”Jadi kita akan mencoba hal baru dalam upacara HUT RI nantinya, dimana masyarakat akan diberikan pencerahan kebangsaan dan agama,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Jenggik Utara, Nas mengatakan upacara HUT RI yang rencananya akan digelar di Lapangan Desa, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan terima kasih atas jasa para pahlawan, yang telah berhasil merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Sehingga pihak para Karang Taruna (pemuda) didesanya berinisiatif melaksanakan Upacara HUT RI sendiri.

“Karena selama ini di desa kami tidak pernah ada acara, dan jauh dari ibukota kecamatan. Sehingga Pemerintah Desa bekerja sama dengan Karang Taruna akan menggelar upacara HUT RI sendiri di desa,” jelasnya.

Jumlah peserta yang akan mengikuti upacara bukan hanya para perangkat desa saja, melainkan semua masyarakat, baik dari kalangan petani, peternak dan pegawai diharapkan mengikuti Apel HUT RI nantinya. ”Selain dari masyarakat, para siswa dan guru beberapa sekolah yang ada di wilayah pedesaan juga akan kita ajak, yang akan dipimpin oleh tokoh agama,” pungkasnya. (cr-wan)