Dr Zulkieflimansyah Diminta Tahu Diri

DIMINTA TAHU DIRI : Inilah salah satu baliho Dr Dr Zulkieflimansyah, yang terpasang di wilayah Lombok Tengah. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Memasuki tahun 2017, peta perpolitikan NTB semakin memanas. Salah satu bakal calon Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah yang saat ini terus bergerilia mensosialisasikan diri, disentil oleh sesama politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Mantan calon Wakil Gubernur NTB tahun 2013, Johan Rosihan yang juga politisi kawakan di internal PKS mengingatkan, agar Dr Zul tahu diri. "Kita harus realistis, Dr Zul harus tahu diri. Siapa dia di NTB ini mau jadi calon gubernur, mundur saja deh kalau elektabilitasnya di bawah 20 persen sampai bulan Maret," ucap Johan saat ditemui Radar Lombok di ruang kerjanya, Rabu kemarin (11/1).

Dr Zulkieflimansyah merupakan politisi kelahiran Sumbawa Besar. Ia terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Anggota DPR-RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten II, yang meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon). Bahkan pada tahun 2006 lalu, Dr Zul sempat ingin menjadi calon Gubernur Banten namun gagal.

[postingan number=3 tag=”gubernur”]

Kini, hanya dengan bermodalkan lahir di NTB, Dr Zul ingin mengadu keberuntungan menjadi calon gubernur NTB. "Kalau menurut saya, lebih baik dia mundur saja. Gak usah nekad mau nyalon jadi gubernur kalau elektabilitasnya di bawah 20 persen. Kan sekarang-sekarang Dr Zul berusaha dan bekerja sosialisasikan diri di NTB," kata Johan.

Selain soal Dr Zul yang belum dikenal banyak kalangan di NTB, Johan juga tidak sependapat dengan cara Dr Zul memperkenalkan dirinya ke masyarakat. Misalnya seperti mencopot nama Tuan Guru Bajang (TGB) di baliho-balihonya. "Kok bilang lanjutkan ikhtiar TGB, emang siapa dia. Yang pas itu kita lanjutkan yang baik dan kita tinggalkan yang tidak baik. Karena tidak semua ikhtiar TGB itu baik," ucapnya.

PKS sendiri lanjut Johan, sampai detik ini belum mengumumkan secara resmi siapa calon yang akan diusung dalam pilkada tahun depan. Mengingat, partai memiliki mekanisme tersendiri. Sejauh ini nama Dr Zul memang lolos seleksi partai, berdua dengan Johan Rosihan yang lolos dan akan dicalonkan PKS.

Terkait dengan Pilgub 2018, lain PKS lain pula perkembangan dari Partai Amanat Nasional (PAN). Rencana pembukaan pendaftaran bakal calon pada 15 Januari, dipastikan batal. "Memang kita rencanakan bulan ini, tapi kita undur dulu. Nanti setelah Pilkada di DKI selesai, baru kita minta arahan pengurus pusat," kata Sekretaris Tim Pilkada PAN NTB, M Hadi Sulthon.

Menurut Sulthon, saat ini tim Pilkada terus berbenah untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Intruksi partai saat ini, pendaftaran bakal calon gubernur ditunda terlebih dahulu. "Kita harus realistis, biarkan sudah partai lain yang duluan buka pendaftaran," ucapnya.

Sementara partai pemenang di Indonesia saat ini, PDI-P terus melakukan komunikasi politik dan survei di lapangan. Setelah Bupati Lombok Timur Ali BD, Lombok Tengah Suhaili FT dan Walikota Mataram Ahyar Abduh menyiapkan diri merebut NTB satu, PDI-P juga memberikan ruang kepada Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar untuk maju.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI-P NTB, Made Slamet menyampaikan, salah satu tokoh yang dirilik untuk melanjutkan kepemimpinan TGB yaitu Najmul Akhyar. “Pak Najmul punya massa yang riil, beliau juga pernah ikut pendidikan partai di PDI-P. Elektabilitasnya juga bagus, jadi sangat mungkin kita usung pak Najmul,” ungkapnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid