DPRD Tagih Janji Gubernur NTB Soal Pabrik Pakan Ternak

Made Slamet (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Anjloknya harga telur dan melambungnya harga pakan membuat peternak lokal menjerit. Bahkan, beberapa waktu lalu peternak di Lombok Timur melakukan sweeping terhadap telur luar daerah. Menyusul kondisi itu, Gubernur menerbitkan Surat Edaran (SE) pembatasan produk hewan ternak masuk ke NTB.

“Saya kira pembatasan pasokan telur dari luar ini adalah kebijakan sesaat. Ini ibaratnya hanya menghilangkan nyeri sesaat,” kata Anggota DPRD NTB Komisi II (Bidang Peternakan) Made Slamet di Kantor DPRD NTB, kemarin.

Diungkapkan Made, salah satu penyebab menjeritnya para peternak lokal adalah melambungnya harga pakan. Biaya produksi relatif tinggi, membuat para peternak lokal tidak mampu bersaing dengan peternak luar. Pemicunya, karena produk pakan ternak yang beredar di NTB adalah produk luar daerah. Terutama Bali dan Jawa. Sehingga berimbas terhadap tingginya biaya produksi peternak. “Mana janji Gubernur, yang mau buat pakan ternak itu,” tegas politisi PDIP tersebut.

Baca Juga :  Tim Pansel Bawaslu NTB Terbentuk

Diungkapkan, Gubernur sudah sering kali menyampaikan komitmen  membantu peternak lokal dengan menyediakan program pakan ternak. Tetapi tiga tahun pemerintahan Zul-Rohmi, Made belum melihat tanda-tanda realisasi pabrik pakan tersebut. Terbukti, persoalan tingginya harga pakan tiap tahun selalu dihadapi para peternak lokal di NTB.

Semestinya, pabrik pakan ternak itu sudah bisa direalisasikan. Sehingga keberadaannya bisa menekan biaya produksi. Tetapi kenyataannya, pabrik yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi. “Jangan-jangan pabrik pakan dijanjikan, hanya isapan jempol,” tandasnya.

Diungkapkan Made, dirinya sudah mengunjungi sejumlah pabrik pakan di Bali. Sebagian besar bahan dasarnya dari Lombok. Misalnya, jagung, dedak dan lainnya. Sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah daerah, untuk tidak mampu menyediakan pabrik pakan. Karena bahan dasar pembuatan pabrik pakan sudah tersedia di Lombok. “Bali saja bisa buat pabrik pakan. Kenapa kita tidak?” ketusnya.

Baca Juga :  PBB Klaim Elektabilitas Kiai Zul Terus Naik

Menurutnya, pabrik pakan adalah solusi jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi para peternak lokal. Terutama menekan biaya produksi. Pabrik pakan ternak menjadi salah satu solusi jangka panjang. Bukan sekadar membatasi produk ternak luar, masuk NTB.

Made mengaku akan memanggil Dinas Peternakan untuk mempertanyakan realisasi pakan ternak ini. “Segera kita panggil Dinas Peternakan, sejauh mana janji program pakan ternak sudah dilakukan,” pungkasnya. (yan)