DPRD NTB Sesalkan Gempa Lombok Tak Jadi Bencana Nasional

DPRD NTB Sesalkan Gempa Lombok Tak Jadi Bencana Nasional
Ketua DPRD NTB Hj. Isvie Rupaeda saat memberikan bantuan kepada Kepala Dusun Padamara Desa Batuyang Sulpan Hardi. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda menyesalkan gempa Lombok tidak menjadi bencana nasional. Padahal kerusakan infrastruktur di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Barat (Lobar), dan Lombok Timur (Lotim) rusak parah di beberapa kecamatan. Kecuali KLU yang menyeluruh di semua kecamatan. “Aspirasi masyarakat Lombok-NTB agar gempa bumi yang terjadi di Pulau Lombok agar dinaikkan menjadi bencana nasional. Tetapi kenapa pemerintah pusat dianggap ini hanya bencana Lokal,” kata Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB kepada Radar Lombok saat memberikan bantuan ke Dusun Padamara Desa Batuyang, Sabtu (11/8) kemarin.

BACA : Keputusan Presiden Mengecewakan

Menurutnya, penting agar bencana gempa Lombok berstatus bencana nasional, sebab jika mengandalkan APBD Provinsi dan Kabupaten tidak cukup. Mengingat APBD Provinsi defisit.

Diceritakan, gedung DPRD NTB juga kena dampak gempa yang berlangsung selama dua pekan ini. Tampak plafon ruang sidang utama berjatuhan dan terjadi retakan hampir di semua ruangan. Menyikapi situasi tersebut, dirinya bersama pimpinan DPRD mengambil inisiatif agar mulai hari ini (13/8) sebagian aktivitas kantor dipindahkan ke rumah dinasnya di Jalan Langko.

Hal ini disepakati dalam Rapat Pimpinan DPRD dengan seluruh Pimpinan Fraksi di DPRD NTB, Jumat (10/8). Selain itu pimpinan dan anggota sepakat untuk memberhentikan sementara segala pembahasan raperda kecuali pembahasan RAPBD Perubahan 2018 yang menjadi agenda utama di samping turun menyapa konstituen yang terdampak bencana. (adi)