DPRD Dorong Pemda Loteng Terbuka Data Covid-19

M Tauhid
M Tauhid

MATARAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng transfaran terkait keterbukaan informasi data penanganan virus Corona atau Covid-19 yang saat ini masih meresahkan masyarakat.

Ketua DPRD Loteng M Tauhid SIP menyempaikan dorong keras kepada Pemda Loteng agar membuka akses bagi masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan informasi Covid-19 di Kabupaten Loteng.

“Ya kami dari DPRD Loteng sangat mendorong penanganan Covid-19 bisa berjalan baik di kabupaten Lombok Tengah, dengan membuka akses keterbukaan informasi kepada masyarakat,” ujarnya kepada radarlombok.co.id, Rabu (1/4).

Tidak hanya itu, kata Tauhid politisi senior partai Gerindra putra asli Kopang Loteng ini juga mendorong agar pemda loteng untuk membentuk satgas ditingkat desa tidak hanya ditingkat kabupaten sajak.

“Paling tidak juga, harus membentuk Satgas penanganan Covid-19 di masing-masing desa, sehingga bisa terpantau lebih cepat penyebaran Covid-19 ini,” kata Tauhid.

Menurut Tauhid,  penanganan untuk warga Loteng yang sudah dinyatakan status Orang Dalam Pemantuan (ODP) agar diberikan pelayanan yang maksimal, jangan hanya dilakukan karantina secara mandiri dirumah masing-masing tetapi tidak dipantau secara ketat. Mengingat jumlah ODP di Loteng baru 11 orang berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi NTB terkait kewaspadaan Covid-19 per 31 Maret 2020.

“Alhmadulilah kita di Loteng ini masih zona hijau, semoga sampai selama-lamanya zona hijau,. Ini berkat kerja keras kita semua. Ya penting untuk tetap dilakukan pemantuan dan pelayanan maksimal yang harus dilakukan pemda loteng kepada kepada masyarakat, baik yang ODP,” tegasnya saraya mengajak semua elemen masyarakat untuk bahu membahu melawan Covid-19.

Sementara Seketaris Daerah (Sekda), H.M. Nursiah, yang dikonfirmasi masalah data perkembangan Covid-19 di Lombok Tengah seakan-akan menutupi mengenai hal tersebut, dengan alasan sedang memfinalkan data.

“Sedang dibuatkan sistem data elektronik. Yang manual sampun ada, tapi belum bisa dipublis dulu. Insyaallah besok tiang finalkan dulu,” terangnya. (sal)