DPR Janji Anggarkan Pengembangan Apron BIL

PRAYA-Apron  dan terminal Bandara Internasional Lombok (BIL)  diperkirakan overload  dalam beberapa tahun kedepan.

Sebab, sekarang ini jumlah penumpang angkutan udara meningkat  80 persen. Begitu juga dengan kondisi apron (areal parkir) BIL yang berkapsitas 10 unit pesawat. Kondisi ini terungkap saat kunjungan kerja anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Haryo Soehartono ke PT Angkasa Pura I BIL,Jumat kemarin (19/8).

Bambang mengaku, pihaknya akan membicarakan masalah ini dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Perhubungan. Bahwa kondisi BIL saat ini sudah harus diantisipasi dengan meningkatnya lonjakan penumpang. ‘’Hasil kunjungan kami ini akan kami lanjutkan dengan rapat dan tentunya berkoordinasi dengan BUMN dan Kemenhub,’’ janji Bambang.

Bambang mengaku, dia sudah dijelaskan General Manager PT Angkasa Pura I BIL, I Gusti Ngurah Ardita  bahwa perpanjangan run way  bukan yang krusial tetapi apron dan terminal. Sebab, jika runway BIL diperpanjang dari 2700 meter menjadi 3000 meter sesuai permintaan maka, dikhawatirkan akan menjadi masalah juga di kemudian hari.  Jika runway diperpanjang maka tidak menutup kemungkinan akan bisa turun perawat dengan kapasitas lebih besar. Sementara appron dan terminalnya tidak mampu menampung. ‘’Itulah sebabnya yang mendesak saat ini adalah appron dan terminalnya,’’ jelasnya.

Bambang meminta pemerintah daerah dan masyarakat berbenah terkait minimnya maskapai penerbangan luar negeri yang membuka penerbangan ke BIL. Saat ini hanya ada dua maskapai luar negeri  Silk Air dan AirAsia. Pemerintah daerah dan masyarakat harus mampu mendatangkan orang luar atau penumpang dalam hal ini. Tentunya, dengan memanfaatkan potensi pariwisata yang ada di NTB. Dengan demikian, maka secara otomatis BIL akan berkembang lebih pesat lagi. ‘’Kalau mau datang penerbangan internasional. Datangkan dulu penumpangnya, itu pekerjaan masyarakat NTB dan nanti otomatis penerbangan itu akan datang sendiri,’’ cetusnya.

Sementara General Manager PT AP I BIL, I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, pihaknya berharap banyak dengan kedatangan anggota Komisi VI DPR RI itu akan sangat membantu perkembangan dan kemajuan BIL kedepannya. Terutama soal rencana pengembangan appron dan terminal yang kondisinya saat ini sudah mencapai 80 persen. Dimana kedepannya masalah appron dan terminal ini akan overload jika tidak secepatnya dikembangkan. ‘’Kita sangat berharap dengan kedatangan anggota DPR RI sangat membantu kita. Terutama soal penambahan anggaran,’’ katanya. (dal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid