DPP Golkar Tanggapi Kekecewaan Ahyar dan Suhaili

Sari Yuliati, M. Suhaili FT, dan Ahyar Abduh. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Musda X DPD I Golkar NTB yang mengaklamasikan Mohan Roliskana sebagai Ketua DPD I Golkar NTB periode 2021-2026, menyisakan kekecewaan dari Ahyar Abduh dan M. Suhaili FT terhadap DPP.

Bahkan mantan Ketua DPD I Golkar NTB M. Suhaili FT mengancam mundur dari Golkar karena merasa terzalimi.

Menanggapi hal tersebut Korwil DPP Golkar untuk NTB Sari Yuliati menegaskan, semua kader harus tetap membesarkan partai. “Saya mengharapkan kita sama-sama membesarkan partai Golkar,” ujar Anggota DPR RI Dapil Lombok ini kepada Radar Lombok, Rabu (3/3).

Sementara itu, Wakil Sekjen Pemenangan Pemilu Wilayah Bali, NTT dan NTB DPP Partai Golkar Herman Hayong yang juga Pimpinan Sidang Musda X Golkar NTB menegaskan, seluruh rangkaian Musda telah berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku di Partai Golkar.

Terkait dinamika yang terjadi pasca-Musda, dirinya mengimbau kepada seluruh kader agar tetap menjaga solidaritas. “Jangan lagi ada kader yang merasa lebih hebat dan lebih besar dari partai,” sindirnya.

Herman Hayong mengingatkan, tidak ada kader yang membesarkan partai. Namun partailah yang membuat kader menjadi sesuatu.

Ditegaskan, Partai Golkar adalah Partai yang senantiasa berjalan di atas sistem dan tidak bergantung pada figur.

Hal itulah yang membuat Partai Golkar sudah sangat berpengalaman melewati badai yang paling besar sekalipun. “Partai ini tetap eksis dan kokoh hingga hari ini. Maka jika ada kader yang merasa dirugikan atas kebijakan yang diambil oleh Partai, maka Partai Golkar memiliki banyak instrumen dan mekanisme untuk penyelesaian dan perlindungan atas hak-hak semua kader,” jelasnya.

Oleh karena itu, semua kader Partai Golkar Provinsi NTB diinstruksikan tetap merawat solidaritas. “Masyarakat membutuhkan sentuhan karya para kader, bukan curahan hati karena tidak memperoleh atau kehilangan jabatan di partai politik,” sentilnya. (zwr)