DPKM Heran Kepala Dinas Menjadi Plt Kasek

Ketua DPKM H Adnan Muchsin bersama pengurus lainnya saat rapat koordinasi di kantor DPKM. (ADBI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ketua Dewan Pendidikan Kota Mataram (DPKM) H Adnan Muchsin mengaku kaget dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali menjadi Plt kepala sekolah di salah satu SD.

“Kok bisanya Kepala Disdik menjadi Plt kepala sekolah. Ini sejarah untuk Kota Mataram, bahkan di kabupaten/kota lain tidak ada seorang kadis menjadi Plt kecuali di Kota Mataram,” kata Adnan Muchsin.

Adnan juga mempertanyakan sampai kepala dinas menjadi Plt kepala SD, yang semestinya tidak terjadi. Semestinya, jauh sebelumnya, Disdik Mataram melakukan analisis kebutuhan guru, kepala sekolah, sehingga tidak terjadi seperti sekarang ini Kota Mataram krisis kepala sekolah. “Saya yakin kalau kadis turun tangan langsung, berarat semua pengawas sudah menjadi Plt,” katanya.

Menurut Adnan, posisi kepala dinas itu semestinya tidak menjadi Plt kepala sekolah, karena pekerjaan yang lebih penting dan teknis sangat banyak yang harus diselesaikan. “Kalau pengawas menjadi Plt kepala sekolah masih wajar. Tapi ketika kepala dinas menjadi Plt kepala SD ini menjadi sejarah pertamakali di Indonesia,” sindirnya.

Terpisah, Ketua PGRI Kota Mataram H Lalu Kaharudin mengatakan terkait dengan kepala dinas menjadi plt kepala sekolah, tidak ada yang melanggar aturan memang bagus semua, apalagi mereka turun semua. “Mudah-mudahan pejabat yang menjadi Plt kepala sekolah bisa membagi tugas. karena di dinas juga lumayan banyak pekerjaan,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya pernah memberikan masukan supaya kepala sekolah terdekat dalam satu gugus itu bisa memegang dua sekolah atau jika bisa guru senior yang diberikan tugas menjadi Plt kepala sekolah.”Ini masukan kami, tapi tidak diterima,” ujarnya.

Menurut Lalu Kahar, banyak sekolah yang lowong kepala sekolah dalam waktu cukup lama, hingga kepala Disdik harus turun tangan menjadi Plt kepala SD dibsebabkan, karena Kota Mataram kekurangan sumber daya manusia (SDM). ”Makanya saran kami silahkan merekrut lebih banyak calon kepala sekolah dibandingkan dengan yang dibutuhkan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali mengaku stok untuk kepala sekolah (kasek) jenjang SD dan SMP di Kota Mataram mengalami krisis. Terbukti semua pengawas pendidikan ditugaskan menjadi Plt kepala SD dan SMP. Tercatat sampai saat ini kepala sekolah yang dijabat oleh Plt sebanyak 23 dari unsur pengawas termasuk dari kadis sendiri.”Kita memang krisis kepala sekolah. Artinya, jumlah kasek yang pensiun dengan calon kasek tidak begitu banyak,” kata Fatwir. (adi)