DPD Desak Pencabutan Moratorium Pemekaran DOB

DPD Desak Pencabutan Moratorium Pemekaran DOB
BERJUANG: Anggota Komite I DPD RI H Sukisman Azmy (tengah berbicara) mendesak pemerintah agar moratorium pemekaran DOB segera dicabut.( IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM–Anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) NTB H Ahmad Sukisman Azmy mendesak pemerintah untuk mencabut moratorium pemekaran daerah otonomi baru (DOB). Pasalnya, sudah cukup lama rakyat Indonesia menanti keran moratorium dibuka.

Saat ini, pemerintah telah membuka peluang pemekaran untuk Provinsi Papua. Hal itu seharusnya berlaku juga bagi daerah lain. “Masyarakat NTB sudah sangat lama mengusulkan pemekaran PPS (Provinsi Pulau Sumbawa) dan KLS (Kabupaten Lombok Selatan). Kalau Papua dikasi mekar, maka itu menjadi pintu masuk kita di NTB juga bisa mekar,” ujarnya kepada Radar Lombok, Selasa (15/10).

Usulan agar pemerintah mencabut moratorium, bukan kali ini saja didengungkan. Menurut Sukisman, tahun lalu usulan tersebut bahkan sudah sampai meja Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Namun persoalannya, Wapres tidak mau memberikan tanda tangan.

Pemekaran daerah dinilai sangat penting. Banyak daerah yang memiliki wilayah cukup luas dan penduduk padat. Apabila pemekaran dilakukan, maka bisa mendekatkan pelayanan publik dan meningkatkan perekonomian masyarakat. “Kita sudah sampaikan di forum, malu kita pulang ke daerah jika moratorium pemekaran tidak dicabut. Karena itu aspirasi masyarakat. Saya di sini untuk perjuangkan aspirasi rakyat,” tegas mantan Ketua Pengurus Wartawan Indonesia (PWI) NTB ini.

Bukan hanya masyarakat NTB saja yang ingin moratorium pemekaran DOB dicabut. Keinginan serupa juga datang dari berbagai provinsi seperti Riau, Jambi, dan lain-lain. “Mereka semua dukung kita perjuangkan pemekaran. Pokoknya moratorium ini harus dicabut,” ucap Sukisman.

Usulan pemekaran ada 314 DOB. PPS dan KLS sendiri sejak lama diperjuangkan. Seluruh proses administrasi dan syarat-syarat sudah terpenuhi.

Sukisman mengingatkan pemerintah untuk bersikap adil dan memperhatikan aspirasi rakyat. Jangan sampai pemekaran hanya dibuka untuk Papua saja. “Apa iya, kita harus ribut dulu seperti di Papua agar dikasi mekar? Jangan begitu,” ujar adik kandung Bupati Lombok Timur ini.

Sebagai langkah serius memperjuangkan pemekaran, isu tersebut akan disuarakan kembali dalam rapat dengar pendapat dengan para ahli yang dijadwalkan hari ini (16/10). Terutama untuk lebih meyakinkan pemerintah bahwa pemekaran merupakan bagian dari solusi kesejahteraan rakyat.

Selama ini, moratorium pemekaran daerah beralasan karena kemampuan keuangan negara. Kemudian daerah yang sudah dimekarkan banyak yang dianggap tidak berhasil. Bahkan ada daerah yang kembali ke daerah induk setelah dimekarkan. “Alasan pemerintah kan soal anggaran, dan tidak bisa mandiri setelah mekar. Katanya ada yang gabung lagi. Tapi kan buktinya tidak ada kabupaten yang gabung lagi setelah mekar. Mungkin PAD kecil, itu benar. Tapi jangan dilupakan juga banyak daerah maju setelah pemekaran,” terang Sukisman.

Ditegaskan, dirinya bersama Anggota Komite I DPD RI sangat serius memperjuangkan pemekaran daerah. “Pemekaran untuk Papua, harus kita manfaatkan. Kita juga kan sudah lama berjuang,” ujarnya.

Hal penting yang harus diingat juga, pemerintah daerah harus siap menyambut pemekaran. Jangan sampai ketika keran moratorium dibuka, daerah sendiri tidak siap. “Mari sama-sama berjuang. Kita di sini berjuang cabut moratorium, Pemda siapkan diri. KLS sudah dinyatakan layak dan ada juga tim yang dibuat. PPS juga harus dipersiapkan,” pinta Sukisman Azmy.

Kepala Biro Pemerintahan Provinsi NTB, Irnadi Kusuma yang sempat dimintai keterangannya, mengaku belum mendapatkan informasi resmi terkait akan dibukanya keran moratorium. Mengingat hingga saat ini, pemekaran daerah masih dimoratorium.

Secara prinsip, Pemprov NTB tentu saja mendukung aspirasi masyarakat. Apalagi sejak lama, Pemprov sudah memberikan rekomendasi dan mendukung pemekaran. “Kita tentu dukung aspirasi masyarakat. Tapi belum ada informasi kalau moratorium akan dibuka,” kata Irnadi. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid