Dosen Positif Corona, UIN Mataram Lockdown Tiga Hari

Kampus UIN Mataram ditutup tiga hari. (Ist/ radar Lombok)

MATARAM – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram memutuskan untuk menutup aktivitas belajar mahasiswa di kampus untuk sementara atau lockdown selama tiga hari. Hal tersebut dilakukan setelah adanya 1 orang pegawai  UPT TIPD dan 1 orang dosen UIN Mataram yang dinyatakan positif Covid-19. Untuk menghindari penyebaran virus Corona di lingkungan kampus, maka UIN Mataram menerapkan lockdown selama tiga hari kedepan.

“Kita melakukan lockdown 2-4 Juli 2021 untuk menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan UPT TIPD dan UPT Perpustakaan UIN Mataram, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Islam UIN Mataram,” kata Ketua Satgas Covid-19 UIN Mataram H Subuhi kepada Radar Lombok, kemarin.

BACA JUGA :  Pengangguran di Mataram Mencapai 12 Ribu

Dijelaskan Subuhi, rektorat UIN Mataram telah membuat surat rekomendasi nomor : 448/Un.12/KS.01.1/SATCOV-19/07/2021 kepada Kepala UPT TIPD, Kepala UPT Perpustakaan UIN Mataram serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan apapun.

“Kita sudah merekomendasikan akan melakukan lockdown selama tiga hari kedepan,” terangnya.

Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan UIN Mataram, maka dilakukan lockdown. Selain itu, dalam pembelajaran kepada mahasiswa selama penerapan lockdown, maka pola belajar digunakan tetap dalam jaringan alias online.

‘Ini khusus untuk UPT TIPD, UPT Perpustakaan UIN Mataram serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Sementara yang lainnya tetap beraktivitas seperti biasa,’’ jelasnya.

BACA JUGA :  Mataram Great Sale Jadi Sorotan

Selain itu, pihaknya juga menyebut satu pegawai dan dosen yang dinyatakan positif Covid-19 adalah satu dosen dari Fakultas Ekonomi Bisnis, inisial MY dan pegawai UPT TIPD dan UPT Perpustakaan inisial HC. Mereka positif Covid-19, sebelumnya ada kontak dengan keluarga dan temannya yang positif Corona.

“Sudah kami arahkan kepada dekan untuk melakukan tracking kontak dan rapid antigen secara mandiri dengan penuh kesadaran dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, termasuk di Fakultas Ekonomi Bisnis,” katanya. (adi)