Doktor Zul Bakal Diusulkan Jadi Capres ke DPP PKS

Yek AgilAHMAD YANI/RADAR LOMBOK

MATARAM–Wacana pencapresan Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah di Pilpres 2024 mulai hangat di publik. Hal itu pun direspons oleh PKS.

Ketua DPW PKS NTB Yek Agil mengatakan, Zulkieflimansyah termasuk kader PKS yang saat ini digadang-gadang ikut dalam bursa Pilpres 2024. Mengingat ia punya kapasitas, potensi, dan peluang untuk itu. “Maka kami dari PKS NTB akan bersurat kepada DPP PKS untuk mengusulkan secara resmi kepada DPP agar beliau  bisa masuk  sebagai salah satu bakal calon dari PKS pada saat Pilpres 2024,” ungkap Anggota DPRD NTB Dapil Loteng tersebut.

Ditegaskan, PKS NTB tentu patut berbangga jika ada kader PKS dari NTB dipercaya dan digadang-gadang sebagai kandidat di Pilpres 2024. Ini membuktikan bahwa jumlah penduduk yang relatif sangat kecil (elektoral) dibandingkan dengan provinsi di Jawa dan Sumatra tidak memengaruhi keinginan publik. Karena mereka lebih melihat kapasitas dan kapabilitas serta kriteria lain sosok calon pemimpin Indonesia yang sesuai dengan tantangan Indonesia pasca-Jokowi. “Jangan sampai kita orang NTB tidak berani bercita-cita besar karena daerah kita yang kecil,” imbuhnya.

Walau disadari, PKS tidak bisa mencalonkan sendiri capres atau cawapres nanti dan harus membangun koalisi dengan parpol lain. Dan Jika realitas politik nanti memang memberikan peluang kepada Doktor Zul untuk maju, maka Pilkada NTB 2024, baginya PKS tidak kekurangan stok kader untuk menjadi calon Gubernur.

Bagaimanapun, PKS akan tetap mendengar keinginan rakyat dan berusaha semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat NTB lebih baik di masa yang akan datang. Bahkan menurutnya, pada Pilkada NTB 2013, PKS menciptakan sejarah dengan mengusung calon Gubernur-Wakil Gubernur SJP-Johan, di mana kedunya kader PKS.

Sehingga bagi PKS, adanya kader maupun pengurus partai, menjadi capres atau cagub atau cabup bukan sesuatu yang prestisius dan istimewa. “Itu kami anggap hal biasa saja, karena kita semua apapun peran-peran dan amanah  yang diberikan partai dan rakyat, itu adalah sarana pengabdian dan pelayanan kepada rakyat,” pungkasnya. (yan)