Doktor Najam: Bakohumas Tidak Boleh Antikritik, “Merajut Sinergi di Tengah Pandemi”

Kepala Diskominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M.

MATARAM–Memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam desiminasi informasi bagi pemerintah, stake holder sangatlah penting, sinergi dan kolaborasi adalah keharusan ditengah banyaknya arus informasi yang semakin bias dan tidak terkendalikan, bahkan kepakaran hilang dilampaui oleh disinformasi hingga terjadinya miskomunikasi. Hal ini disampaikan oleh Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M. pada acara Bakohumas Kabupaten Lombok Utara, Selasa (31/8/2021) dalam rilis Diskominfotik NTB.

Selain itu, Doktor Najam menjelaskan bahwa membangun sinergi dan kolaborasi membutuhkan strategi dan manajamen yang terukur, supaya informasi yang akurat dapat di sampaikan ditengah kondisi arus informasi, lebih ditengah pandemi covid – 19 ini.

“Strategi dan manajemen informasi yang baik harus melibatkan semua pihak, itulah kolaborasi, jangan merasa bisa sendiri, dan ketika menyalurkan informasi kepada publik harus dengan bahasa yang jelas dan dikemas dengan sebaik mungkin, juga tidak boleh anti kritik”

Kadis kominfotik NTB memuji langkah baik yang sedang dibangun oleh Bakohumas Kabupaten Lombok Utara melalui kegiatan yang menghadirkan berbagai PPID OPD, stackholder juga jurnalis sebagai langkah membangun sinergi desiminasi informasi, sebagai kadis kominfotik NTB dan juga pernah di Biro Humas, Komisi Informasi NTB, Doktor Najm berharap agar sinergi dan kolaborasi terus dibangun agar segala potensi yang ada di Lombok utara dapat menjadi modal besar pembangunan yang berkelanjutan.

“Ini sangat bagus, dan kami di Pemprov NTB, membangun sinergi dan kolaborasi terus melakukan perbaikan-perbaikan, membentuk forum Jurnalis, meningkatkan pelayanan publik melalui berbagai media NTB Care, NTB satu Data, JPS Gemilang, RS Covid Trauma Center, Forum PPID, dan mengemas berbagai informasi dalam kegiatan Bincang Gemilang. Upaya ini cara pemerintah merespon keluh kesah masyrakat, upaya pemerintah hadir ditengah-tengah masyrakat apalagi dimasa pandemi covid-19”

Disisi lain, bagi Doktor Najm sapaan akrab kadis Komfotik NTB menyampaikan bahwa tugas kehumasan adalah tugas semua orang, siapapun dapat menyampaiakn informasi, agar kitanya informasi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan tidak menyebarkan informasi yang dapat memicu berbagai problem sosial, mengupayak masyarakat cerdas menjadi tugas bersama.

“Menjadi tugas bersama dalam menyebarkan informasi baik kepada publik dan masyrakat kita, agar manfaatnya dapat secara langsung dirasakan oleh masyarakat, sebagai upaya menghindari disinformasi akibatnya memicu berbagai masalah ditengah masyrakat kita, sekali lagi tidak boleh anti kritik” tutupnya

Senada dengan penjelasan narasumber Bang Latief Jurnalis (Aliansi Jurnalis Indonesia) “Menjadi Jurnalis harus menjaga Kode etik, tidak semata mengungkap masalah namun menjadi jurnalis solusi”

Selain itu, Bupati Kabupaten Lombok utara H. Djohan Sjamsu, SH, berpesan agar Bakohumas dan Jurnalis terus berperan aktif dalam menyebarkan informasi baik kepada masyarakat tentang upaya pemulihan kesehatan, pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19.

“Kami berharap agar Jurnalis, Bakohumas bersinergi dalam menyebarkan informasi baik, media dan Jurnalis bisa menampilkan berbagai upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid-19, baik seruan protokol kesehatan covid dan lebih lagi soal potensi kita di KLU yang harus terus di informasikan kepada masyrakat, dan ini butuh sonergi kita semua” tegasnya.

Acara dilaksanakan di aula kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara dengan mematuhi protokol kesehatan, turut hadir berbagai PPID, Stackholder Lombok Utara, kegiatan berjalan khidmat. (RL)