Dokter Spesialis Ogah Daftar PPPK Tenaga Kesehatan

H. Syamsul Bukhari (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM— Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB mencatat sebanyak 61 formasi tenaga kesehatan yang tidak ada pelamar dalam rekrutmen PPPK tahun 2022. Dari 61 formasi yang tidak ada peminatnya itu, didominasi oleh formasi dokter spesialis.

Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD Provinsi NTB, H. Syamsul Bukhari menyebutkan jumlah pelamar formasi tenaga kesehatan sebanyak 2.518 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.103 orang dinyatakan memenuhi syarat (MS) atau lulus dalam seleksi administrasi. Sedangkan 415 pelamar dinyatakan tidak memenuh syarat (TMS) atau tidak lulus seleksi administrasi.

Dikatakan Syamsul, Pemprov NTB memperoleh kuota sebanyak 446 formasi untuk tenaga kesehatan pada rekrutmen PPPK tahun ini. Dari 446 formasi PPPK Tenaga Kesehatan tersebut, formasi dokter spesialis yang paling sedikit jumlah pelamarnya.

Bahkan tercatat hanya ada 49 formasi dokter spesialis yang tidak ada peminatnya. “Sebanyak 61 formasi yang tidak ada pelamar dari 446 formasi yang kita buka pendaftaran. Secara umum, dokter spesialis yang lowong (tidak ada pelamar) pendaftar,” ungkap Syamsul, saat dikonfirmasi Radar Lombok kemarin.

Syamsul menyebutkan, formasi yang tidak ada pelamarnya tersebut yakni jabatan ahli pertama dokter spesialis bedah mulut, penempatan di RS HL Manambai Abdulkadir Sumbawa. Kemudian satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis konservasi Gigi penempatan di RS HL Manambai Abdulkadir Sumbawa, dan satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis patologi anatomi penempatan di RS HL Manambai Abdulkadir Sumbawa.

Kemudian satu formasi jabatan ahli dokter spesialis periodonsia penempatan RS HL Manambai Abdulkadir Sumbawa, dan satu formasi dokter spesialis prostodonsia di RS HL Manambai Abdulkadir Sumbawa.

Berikutnya satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis anak penempatan di RS Jiwa Mutiara Sukma Mataram, satu formasi jabatan dokter spesialis neorologi penempatan di RS Jiwa Mutiara Sukma Mataram, satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis penyakit dalam penempatan di RS Jiwa Mutiara Sukma Mataram, dan satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis radiologi penempatan di RS Jiwa Mutiara Sukma Mataram, serta satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis rahabilitasi medik penempatan di RS Jiwa Mutiara Sukma Mataram.

Baca Juga :  Faktor Lokal Pengaruhi Hujan di Musim Kemarau

Selanjutnya, satu formasi jabatan ahli pertama dokter gigi penempatan di RS Mandalika, satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis anak di RS Mandalika, satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif penempatan di RS Mandalika, dan satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis bedah mulut penempatan di RS Mandalika.

Kemudian satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis dermatologi dan venereologi penempatan di RS Mandalika, satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis jantung dan pembuluh darah penempatan di RS Mandalika, satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis obstetri dan ginekologi penempatan di RS Mandalika, dan satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis penyakit dalam penempatan di RS Mandalika.

Lanjut lagi, satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis pulmologi dan kedokteran respirasi (PARU) penempatan di RS Mandalika, satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis radiologi, dan satu formasi jabatan ahli pertama  dokter spesialis rehabilitasi medik di RS Mandalika.

Disamping itu, satu formasi jabatan ahli pertama spesialis anestesiologi dan terapi intensif penempatan di RS Mata NTB, satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis bedah penempatan di RS Mata NTB, satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis mata penempatan di RS Mata NTB, satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis penyakit dalam penempatan di RS Mata NTB dan satu formasi jabatan ahli pertama dokter spesialis radiologi di RS Mata NTB.

Baca Juga :  Proyek Pelebaran Jalan Pusuk Tetap Berlanjut

Sementara formasi jabatan sejumlah formasi dokter spesialis dengan penempatan di RSUD NTB juga sepi peminat. Diantaranya dua formasi dokter spesialis anak, dua formasi dokter spesialis dermatologi dan venereologi, satu formasi kedokteran jiwa atau psikiatri, lima formasi dokter spesialis mata, empat formasi dokter spesialis neurologi, dua formasi dokter spesialis obstetri dan ginekologi, satu formasi dokter spesialis patologi klinik, tiga formasi dokter spesialis radiologi dan dua formasi dokter spesialis THT, bedah kepala dan leher.

Selain itu dokter spesialis terdapat 12 formasi yang juga tidak ada peminat, yakni dua formasi jabatan terampil asisten pranata anestesi penempatan di RS HL Manambai Abdulkadir, dua formasi jabatan terampil nutrisionis di RS HL Manambai Abdulkadir.

Kemudian, satu formasi dokter gigi penempatan di RS Mandalika, lima formasi jabatan ahli pertama penata anestesi penempatan di RS Mandalika, satu formasi jabatan ahli pertama teknisi elektromedis dan satu formasi jabatan terampil Sanitarian penempatan di RS Mandalika.

Lebih lanjut Syamsul menegaskan, bahwa banyaknya formasi yang tidak ada pendaftar meski telah diperpanjang waktu pendaftaran. Namun tidak ada pendaftar dikarenakan tidak ada tenaga untuk formasi tersebut. Sehingga tidak akan dilakukan perpanjangan untuk kedua kalinya.

Pasalnya, masa pendaftaran sudah selesai pada November lalu. Mengingat jadwal pelaksanaan tes direncanakan pada 6 sampai 20 Desember 2022 ini. “Di NTB tidak ada tenaganya. Maka walau diperpanjang tidak akan ada pelamarnya,” pungkasnya. (sal)

Komentar Anda