Dokter Puskesmas Sekotong Raih Penghargaan dari Menteri Kesehatan

(IST/HUMAS LOMBOK BARAT) dr. Sapto Sutardi, Dokter Umum UPT BLUD Puskesmas Sekotong menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

JAKARTA–Sebanyak 140 orang tenaga kesehatan teladan puskesmas se-Indonesia menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Pemberian penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional tahun 2019 ini merupakan bentuk apresiasi bagi para tenaga kesehatan atas pengabdian dan kerja kerasnya.

Salah satu putra terbaik Lombok Barat, dr. Sapto Sutardi berhasil meraih penghargaan tingkat nasional itu. Dokter umum yang bertugas di UPT BLUD Puskesmas Sekotong sejak 2017 itu mendapat juara 1 (satu) Inovasi Pelayanan Kesehatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Di tingkat nasional.

Dokter kelahiran Gerung ini membuat inovasi berupa aplikasi yang dinamakan “dr. Sapto Anthro”. Aplikasi berbasis android ini memiliki fungsi untuk menilai status gizi dengan cepat, tepat, dan akurat (usia 0-19 tahun). Aplikasi ini mengacu pada WHO Child Growth Standards dengan metode LMS.

Aplikasi ini sebenarnya merupakan pengembangan dari aplikasi yang dibuatnya saat masih berstatus mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unram. Selanjutnya dikembangkan untuk menjaring kasus gizi buruk terutama untuk kaitannya dengan kasus stunting.

Pengujian aplikasi ini sebelumnya telah dilakukan kepada petugas gizi dan ibu rumah tangga. Pengujian objektif menunjukkan, petugas jika menggunakan aplikasi ini, tujuh kali lebih cepat, dan kesalahan perhitungan 0%. Dengan menggunakan aplikasi ini terjadi peningkatan temuan kasus gizi buruk dua kali lipat dari tahun sebelumnya melalui pelibatan masyarakat dengan aplikasi, dan meningkatkan dua kali lipat kecepatan perbaikan gizi oleh dokter dan petugas gizi. Karena masyarakat dapat terlibat langsung dalam screening awal kasus stuting atau gizi kurang dan gizi buruk.

“Saya sangat senang karena bisa memberikan yang terbaik kepada Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya Kabupaten Lombok Barat dalam menurunkan angka stunting dan gizi buruk. Semoga ke depannya aplikasi ini bukan hanya dikembangkan di Kabupaten Lombok Barat saja, tapi dapat digunakan secara nasional,” ungkapnya saat dihubungi via WhatsApp beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat H. Rachman Sahan Putra saat ditemui Jumat (14/11/2019) mengaku bangga dengan prestasi yang diukir dr. Sapto. “Pada prinsipnya kita sangat mendukung implementasi software dr. Saptoanthro ini dalam rangka mempermudah penentuan status gizi balita. Namun demikian perlu ada pengkajian empiris lebih lanjut tentang validitas hasilnya dan ada langkah-langkah pembelajaran kepada masyarakat tentang penggunaan software tersebut,” kata Rachman.

“Sedangkan terkait dengan harapan dr. Sapto untuk diangkat jadi PNS, kita sangat mendukung dan berupaya untuk memperjuangkannya. Apalagi dr. Sapto telah menjadi aset daerah yang telah menunjukkan prestasi luar biasa. Namun demikian tetap harus melalui proses rekrutmen PNS sesuai ketentuan yang berlaku,” sambungnya. (*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid