DLH Kewalahan Atasi Sampah di Gili

MENUMPUK: Sampah masih menumpuk di pinggir pantai Gili Trawangan, beberapa waktu lalu. Sampah-sampah ini tidak bisa terangkut ke Lombok karena tongkang milik pemda sudah penuh. (IST/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Persoalan sampah yang menumpuk di wilayah Gili Tramena (Trawangan, Meno dan Air) sampai saat ini tak kunjung tuntas.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara pun seakan tak berdaya menuntaskannya. Sekretaris DLH KLU Husnul Hadi berdalih bahwa pihaknya saat ini terkendala anggaran dan juga sarana prasarana. “Sampah di sana masih menumpuk karena kemampuan kapal tongkang terbatas. Jika dipaksakan dikhawatirkan nanti terbalik di tengah laut dan jadi masalah baru,” ujarnya, Senin (24/10).

Baca Juga :  Tiga Nama PLT Ketua DPC Demokrat KLU Diajukan

Jikapun harus beroperasi dua kali itu juga kata Husnul tetap berbahaya. Pasalnya ombak pada siang hari cukup tinggi. Kemudian selain masalah keamanan juga terkendala dengan anggaran. “Jika dua kali tentu harus menambah biaya operasional. Itu juga tidak memungkinkan karena anggaran yang ada terbatas,” bebernya.

Sebelumnya, persoalan sampah ini juga sempat menjadi keluhan warga Gili Indah yang disampaikan ke Ketua DPRD KLU, Artadi pada Rabu (19/10) di ruang sidang DPRD KLU.

Baca Juga :  Keberlanjutan Perubahan Rute Penyeberangan Gili Belum Diputuskan

Sekretaris Desa Gili Indah, Muzaki meminta kapal tongkang yang digunakan mengangkut sampah dari gili itu lebih besar. Pasalnya jika hanya sekali pengangkutan dalam sehari, itu masih banyak sampah yang tidak terangkut. “Sampah yang tidak terangkut itu merusak pemandangan dan juga mengeluarkan bau tak sedap. Ini kan mengganggu wisatawan yang berlibur,” ujarnya.

Ia pun berharap persoalan ini menjadi atensi khusus pemerintah daerah demi kebaikan gili ke depannya. (der)

Komentar Anda