Djohan Sjamsu : Ini Kemenangan Semua Masyarakat

MENANGIS: Calon bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu menangis bahagia saat mengetahui dirinya menang untuk sementara berdasarkan hasil hitungan cepat, kemarin. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati H Djohan Sjamsu-Dany Karter FR (Joda) unggul dari hasil penghitungan cepat di pilkada Lombok Utara.

Dari hitungan cepat Lembaga Prediksi Survei dan Statistik Indonesia (Presisi) menempatkan pasangan nomor urut 1, Joda unggul dengan perolehan 54,73 persen suara. Persentase ini dirilis setelah masuknya 98 persen suara pemilih di Lombok Utara. Sedangkan paslon nomor urut 2, Nadi dalam hitungan cepat ini memperoleh sekitar 43,59 persen suara. Calon bupati H Djohan Sjamsu meneteskan air mata bahagia. Masyarakat Lombok Utara masih memercayainya untuk memegang amanah sebagai pimpinan untuk lima tahun ke depan.

Menurut Djohan, ini adalah bentuk keinginan masyarakat yang ingin melihat perubahan di birokrasi Lombok Utara. Kemenangan ini adalah kemenangan semua masyarakat. Maka itu, pihaknya mengimbau agar tidak ada euforia yang berlebihan karena bagaimanapun semua warga KLU adalah saudara. Sehingga rasa aman dan tenang untuk kondusivitas harus dikedepankan. “Pada semua saudaraku yang sudah menggunakan hak demokrasinya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Yang penting jangan ada euforia yang berlebihan kita sama sama bersaudara jangan kita langgar aturan Covid karena ini salah satu yang harus diupayakan untuk menjaga diri dan keluarga kita,” ucapnya.

Direktur Presisi, Darwan Samudja mengatakan, pasangan Joda unggul sementara dengan pasangan Nadi. Hasil ini menurutnya sudah tidak bisa dikejar lagi. “Ada suara tidak sah di sana 1,68 persen. Kami sudah sampaikan pada tanggal 3 Desember kemarin bahwa pasangan Joda sudah menang di empat kecamatan dan hari ini terbukti,” katanya.
Dijelaskan, quick count yang dilakukan pihaknya tidak sembarangan. Pasalnya, menggunakan metodologi multistage random sampling dengan margin eror 1 persen hasil ini kurang lebih sedikit mirip dengan real count oleh KPU. Menimbang data yang sudah masuk persentase tersebut ditegaskan tidak akan mungkin terkejar. “Jadi kami tidak serampangan mencopot TPS yang kami mau. Kita ambil sampel 200 TPS secara acak dari total 573 TPS yang ada di Lombok Utara,” jelasnya.(flo)