Ditumpas LTP, GTS Pujut Merana

open turnamen bola voli Bupati Lombok Tengah Cup 2016

PRAYA-Perjuangan anak-anak GTS Pujut pada open turnamen bola voli Bupati Lombok Tengah Cup 2016 di lapangan babaretow Jelanti Jonggat, patut diacungi jempol kemarin (6/12).

Permainanya melawan LTP Mataram cukup memukau dan mampu menyedot perhatian penonton. Sayang, ketangguhan anak-anak GTS Pujut ini pada akhirnya harus mengakui keperkasaan anak-anak LTP. LTP sukses menumpas GTS Pujut dengan skor 3-2.

Kekalahan yang cukup disesalkan, tapi itulah permainan. Pada set pertama, GTS Pujut sempat berada di atas angin. Mereka berhasil menaklukkan LTP dengan skor 25-16 (GTS Pujut-LTP). Angka sangat memalukan memang, sehingga membuat semangat anak-anak LTP berkobar.

Pada set kedua, mereka mengamuk laksana banteng dengan sengitnya. Maklum saja, anak-anak LTP yang komandoi Dedi Irawan bernomor punggung 10 ini, memiliki postur sama besar tingginya. Mereka akan malu jika kemudian harus berlutut di hadapan anak-anak GTS Pujut. Meski bodi bukan menjadi ukuran, tapi tetap saja akan kalah mental.

Beban inilah yang tampak diemban anak-anak LTP. Sehingga amukan mereka seakan menggetarkan lapangan Babaretow dengan smesan bolan tajam. Terutama smesan Dedi Irawan. Maklun, pemain LTP yang satu ini tak hanya mengandalkan tubuhnya yang besar tinggi. Tapi juga kemampuannya yang selama populer di sejumlah pecinta olahraga bola voli.

Nama Dedi sudah tak asing lagi, bahwa dia adalah satu pemain andal. Ditambah lagi dengan kawan-kawannya, seperti Tami, Danil, Surya dan rekan lainnya. Mereka selalu saling mengisi hingga akhirnya memberikan permainan terbaik. Pada set kedua, mereka pun keluar sebagai pemenang dengan skor 14-25 (GTS Pujut-LTP).

Angka yang sangat memalukan. Namun, gairah anak-anak LTP memang ingin menumpas habis GTS Pujut. Keinginan itu akhirnya tercapai juga pada set ketiga. LTP kembali mengunci GTS Pujut pada angka 16-25 (GTS Pujut-LTP). Angka yang sangat memalukan lagi karena seolah tanpa perjuangan.

Teriakan penonton pun mulai riuh menggetarkan arena. Terutama suporter GTS Pujut yang duduk di tribun sebelah utara. Dukungan itu seakan menyulut semangat anak-anak GTS Pujut. Mereka terlihat bangkit pada set keempat ini, bahkan sangat bersemangat. Jika pun kalah, maka kalah terhormat tanpa telak.

BACA JUGA :  Perindo Halau Gulungan Villa Ombak

Entalah, dunia seakan berputar sementara pada set keempat ini. Anak-anak GTS Pujut terlihat begitu perkasa. Mereka menguasai seluruh permainan dan seolah menghipnotis semua penonton. Anehnya, anak-anak LTP terlihat sangat lembek. Mereka beberapa kali terjatuh dan ternganga ketika bola dihempas di benteng pertahanan mereka.

Terutama smesan manis, cantik, dan tajam Marta bernomor punggung 7 ini. Pemain transferan ini beberapa kali seakan mengguncang lapangan Babaretow. Pemain ganteng hitam manis juga seakan menyihir penonton dan lawannya. Beberapa kali, smesan tajam mematikannya tak mampu dibendung anak-anak LTP.

Meski, secara ukuran tubuh dia kalah telak. Tapi sekali lagi, itu bukan ukuran melainkan strategis dan kekuatan. Pada set keempat inilah semua kemampuan terbaik anak-anak GTS Pujut dipertontonkan dan memukau. Set pun berakhir pada angka 25-18 (GTS Pujut-LTP). Set keempat ini sekaligus membalas kegagalan mereka pada set kedua dan ketiga.

Set kelima mulai bergulir. Tapi kemampuan anak-anak GTS Pujut tampak kembali hilang. Kesempatan itu ternyata dimanfaatkan betul LTP. Mereka mengeluarkan tenaga sakti andalannya untuk menumpas lawannya. Nyaris, GTS Pujut tak mendapatkan angka.

Mereka tertinggal di angka 7-15 (GTS Pujut-LTP) hingga permainan pun usai. Teriakan pendukung GTS Pujut perlahan hilang hingga akhirnya set berakhir dan penonton bubar. Kekalahan anak-anak GTS Pujut sekaligus membuat mereka merana. Sebab, kesempatan mereka untuk bermain di lapangan Babaretow dalam open turnamen ini sudah selesai.

Di mana pada putaran pertama laga 24/11 lalu, GTS Pujut dibantai Hamzanwadi dengan skor 3-1. Kemudian pada putaran kedua, GTS dipertemukan dengan Vorlen dan menang 3-0. Nah, putaran ketiga ini GTS Pujut bertemu dengan LTP dan berhasil ditumpas. Kekalahan kali kedua pada open turnamen ini berarti gugur dengan sistem knockdown

Untuk sore ini (7/12) panitia akan mempertemukan tim Vila Ombak dari Gili Trawangan. Tim asal Denpasar Bali akan berhadapan dengan Putra Mataram. ‘’Untuk itu, saksikan lah beramai-ramai. Jangan sampai ketinggalan mengikuti pertandingan pemain-pemain terbaik pulau Lombok ini,’’ seru komentator Armin Ahmad. (dal/*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaNilai Aset Triliunan, Pendapatan Minim
Berita berikutnyaAlih Kelola SMA /SMK dan SLB Bikin Dikpora Fokus