Dituding Setingan, Wali Kota Gerah

MATARAM-Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh gerah dengan adanya tudingan yang menyebut penentuan sekda definitif sudah diseting dan akan menghasilkan nama tertentu. Padahal, saat ini tahapan tengah berlangsung lewat panitia seleksi (Pansel).

Ahyar menegaskan, penentuan sekda dilakukan secara terbuka. Semua pejabat yang merasa memenuhi syarat dipersilahkan mendaftar. Ia meminta oknum-oknum tertentu tidak membuat opini seolah-olah jabatan Sekda definitif sudah ada pemiliknya.“ Saya gerah juga dengan pendangan para pejabat yang seperti ini,” ungkap Ahyar belum lama ini.

Siapapun pejabat, kalau memang merasa memenuhi persyaratan, silahkan mendaftar. Tidak ada istilah calon kuat. Proses pengangkatan sekda sudah dilakukan secara terbuka dan melalui tahap uji.

Terpisah, Ketua Pansel Sekda Kota Mataram Dr. MA Muazar Habibie mengatakan, dalam proses seleksi, tidak ada tendensi untuk salah satu calon. Semua dilakukan secara terbuka dan profesional.” Kami tidak ada tendensi,” tegasnya.

Kalaupun saat ini pansel mengahasilkan empat calon dan nantinya akan menyisakan tiga orang, hal itu terjadi karena pendaftarnya yang memeng sedikit. Dimana selama masa pendaftaran, hanya empat orang yang mendaftar.

Saat ini sedang tahap penyampaian makalah.  kalaupun nantinya dari empat nama ini ada yang  terjaring dan tidak lolos kemudian menyisakan tiga orang, dan  andaikata yang terpilih nantinya menjadi Sekda difinitif adalah nama yang selama ini dimunculkan  memang kondisinya seperti itu karena pendaftar yang sedikit.

Ketika nanti sudah masuk 3 besar, belum tentu juga Walikota akan memilih nama yang selama ini banyak dijagokan. Karena pastinya Walikota akan melakukan beberapa pertimbangan dengan melihat hasil dari Pansel. " Tidak perlu ada kecurigaan, karena Pansel tidak ada tendensi," tegasnya.

Kalau jabatan untuk eselon II yang nantinya akan dilakukan secara terbuka juga oleh wali kota pasti akan banyak peminatnya. Karena jabatan eselon II tidak terlalu besar muatan politisnya. Sedangkan  jabatan sekda memang tidak terlepas dari ada unsur muatan politis di dalamnya. Meskipun begitu ia yakin kalau Pansel sudah bekerja maksimal dan terbuka." Kalau kami dipakai di Pansel eselon II, saya yakin pendaftar akan banyak." paparnya.

Terpisah  Salah satu calon sekda  H. Kemal Islam, menyatakan siap bersaing dengan calon lainnya, yakni H. Eko Effendy Saswito yang saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) sekda,  H. Khalid dan Mutawali. Kemal dan Eko mengikuti ujian pertama di aula PKK di Pendopo Wali Kota Mataram kemarin.

Kemal optimis bisa memenangkan posisi sekda. Menurutnya, persaingan cukup terbuka. Seperti saat pembuatan makalah. Ia menegaskan biasa membuat makalah. Bahkan ia mengklaim paling dulu menyerahkan makalah ke pansel.

Makalah dengan tulis tangan dikerjakan selama dua jam.”Optimislah. Kita  berkompetensi, kita serahkan hasilnya ke Pansel,” katanya kepada Radar Lombok kemarin.

Sebelum mencalonkan diri, Kemal mengaku sudah menyiapkan diri. Bahkan telah memasang niat untuk maju menjadi sekda. Ia menyerahkan sepenuhnya ke Pansel dan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh.

Saat pembuatan makalah, masing-masing kandidat dengan serius mengerjakannya. Peserta membawa alat seperti buku tulis dan buku referensi. Mereka diberi waktu 2 jam. Pembuatan makalah dilakukan pukul 9.00 Wita hingga selesai.

Setelah itu mereka presentasi hari ini. Baru setelah itu ada psikotes tangal 12 Agustus. Sementara seleksi rekam jejak akan dilakukan tanggal 13 sampai 15 Agustus. Baru setelah itu ada wawancara.

Pansel akan mengajukan tiga nama ke wali kota untuk diseleksi. Nanti wali kota akan menyerahkan satu nama ke Gubenur untuk ditetapkan menjadi sekda definitif Kota Mataram.

Calon sekda lainnya, H. Eko Effendy Saswito mengatakan, ada beberapa tema jadi pilihan. ‘’Itulah yang kita tulis berdasarkan pemikiran yang ada, soal salah benar nanti pansel yang tentukan. Tema juga ada tujuh pilihan yang diajukan oleh Pansel ke peserta,” katanya.

Ia menyerahkan sepenuhnya ke pansel. Ia mengaku telah mempersiapkan diri secara matang untuk mengikuti kompetensi. Sementara itu dua anggota Pansel HM. Suruji dan Djaswad melakukan pengawasan ketat.  (ami/dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid