Dituding Politisasi, HBK: Pembangunan Dam Mujur Murni Demi Petani

Anggota DPR RI Dapil NTB 2/Pulau Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK), bersama putrinya, Rannya Agustyra Kristiono.

MATARAM—Pembangunan Dam Mujur di Kabupaten Lombok Tengah kini sedang bersiap memasuki tahapan Rencana Aksi Pembebasan Lahan dan Pemukiman Kembali Warga Terdampak atau Land Acquistion and Resetlement Action Plan (LARAP).

Namun di tengah proses yang sangat penting tersebut, justru ada pihak-pihak yang berusaha memancing di air keruh, dengan menyebarkan kabar bahwa pembangunan Dam Mujur ini adalah intrik politik belaka.

Sebagai pihak yang berada di garis depan dalam memperjuangkan pembangunan Dam Mujur. Anggota DPR RI Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK), menegaskan bahwa pembangunan Dam Mujur sangat jauh dari intrik politik.

“Tidak ada politisasi dalam pembangunan kembali Dam Mujur ini. Pertarungan politik itu adalah hajatan lima tahunan. Sebelum dan sesudah gelaran hajatan Pemilu itu, adalah waktu bagi anggota DPR RI untuk bekerja keras buat rakyat, dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” tandas Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini, Rabu (26/10).

Adanya potongan video yang menuding pembangunan Dam Mujur ini sebagai intrik politik yang beredar di tengah-tengah masyarakat melalui aplikasi perpesanan. Dalam video tersebut, secara terang-terangan, Partai Gerindra di mana HBK berkhidmat, dituding hanya menunggangi, atau memanfaatkan pembangunan Dam Mujur untuk kepentingan politik sesaat.

Baca Juga :  Gaduh Pergantian Wakil Ketua DPRD NTB, HBK Anggap Biasa

Karena itu, HBK menegaskan, jika pun dirinya kini berada di garis yang paling depan untuk memperjuangkan pembangunan Dam Mujur yang telah tertunda lebih dari 40 tahun ini. Itu sepenuhnya dilakukan sebagai wujud ikhtiar dirinya dalam memenuhi salah satu janji kampanyenya pada Pemilu 2019 lalu. Dimana HBK ingin mensejahterakan dan meningkatkan taraf hidup para petani di Lombok.

Dengan daya tampung air hingga 23,03 juta meter kubik, dan panjang tubuh bendungan hingga 2,8 kilometer, Dam Mujur setelah beroperasi dipercaya mampu mengairi sedikitnya 6.181 hektare lahan pertanian. Sehingga jika kini lahan-lahan pertanian tersebut hanya satu kali panen dalam setahun, nantinya dengan keberadaan Dam Mujur, para petani bisa panen tiga kali setahun.

Selain itu, kata HBK, keberadaan Dam Mujur juga akan memberikan jaminan dan kepastian tersedianya air baku buat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, atau di wilayah selatan Loteng lainnya yang dikenal sebagai daerah kering.

“KEK Mandalika harus sukses, karena dampak positifnya bagi peningkatan perekonomian dan pariwisata Lombok. KEK Mandalika jangan sampai ada masalah di kemudian hari karena keterbatasan air baku, mengingat keberadaannya di daerah kering,” tandas HBK.

Baca Juga :  Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR akan Kunker Spesifik Pembangunan Bendungan Mujur

Dan yang tidak kalah penting, kata HBK, keberadaan Dam Mujur juga kelak akan mampu memberikan dan meningkatkan kekayaan (welth) para pemilik lahan di sekitaran bendungan tersebut. Dimana harga tanah di sekitaran bendungan akan melonjak tinggi. “Sebagai contoh, sekarang dicek harga tanah di sekitaran Bendungan Meninting (Lobar), harganya sudah mirip-mirip dengan harga tanah yang ada di Kota Mataram,” kata HBK meyakinkan.

HBK menegaskan, proyek pembangunan Dam Mujur ini dia perjuangkan bersama teman-temannya, semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup para petani di Lombok. Bukan untuk kepentingan Partai Gerindra, apalagi kepentingan diri pribadinya.

“Kalau hanya untuk kembali berangkat ke Senayan, Insyaa Allah tanpa Dam Mujur sekalipun masih ada ikhtiar-ikhtiar lain yang bisa kita lakukan. Kebetulan saja yang mendengarkan aspirasi masyarakat dan yang memperjuangkannya di Pemerintah Pusat ini adalah anggota DPR RI dari Partai Gerindra,” imbuh HBK.

Dengan beredarnya kemunculan video yang menyudutkan dirinya dan Partai Gerindra tersebut, HBK memastikan bahwa hal itu tidak akan pernah menyurutkan tekad dan langkah dirinya bersama Partai Gerindra, untuk memperjuangkan pembangunan Dam Mujur ini. (gt)

Komentar Anda