Ditpolair Tetap Siaga di Lombok Selatan Paska Perampokan Sadis

Ditpolair Tetap Siaga di Lombok Selatan
PATROLI KEAMANAN : inilah personel dari Ditpolair Polda NTB yang bertugas patrol didaerah Lombok Timur bagian selatan sampai Lombok Tengah. (DITPOLAIR FOR Radar Lombok)

MATARAM—Direktorat Polair Polda NTB masih  menyiagakan personelnya dan melakukan patroli di perairan   Lombok Timur (Lotim) bagian selatan dan Lombok Tengah (Loteng).

Hal ini menindaklanjuti instruksi Kapolda NTB paska terjadinya beberapa kasus pencurian dengan kekerasan  yang terjadi di wilayah tersebut. Seperti kasus perampokan sadis yang menewaskan Lalu Huriadi alias Amaq Jon di Dusun Telone, Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Lotim. ”  Patroli sampai dengan saat ini masih kita lakukan di wlayah tersebut,” ujar Dirpolair Polda NTB Kombes Pol Edwin Rahmat Hidayat  Kamis kemarin (15/6).

Saat ini, pihaknya meningkatkan keamanan di daerah tersebut. Upaya yang dilakukan dengan menambah jumlah personel yang dibagi menjadi dua tim dan bertugas secara bergantian. Sebelumnya, personel yang patroli hanya satu tim saja. ‘’ Sekarang bergantian, masing-masing tim terdiri dari 8 orang. Disana mereka masih kita siagakan,’’ katanya.

Tim yang ditugaskan ini kata dia adalah personel terpilih dan memiliki kemampuan. Semuanya berasal darui Ditpolair Polda NTB. ‘’ Personel yang ditugaskan ini khusus dari Polda dan memiliki kemampuan. Kita tidak mau kecolongan lagi. Karena sudah dua kali kejadian curat sadis disana. Apalagi disana dekat dengan tujuan wisata. Orang nanti tidak nyaman padahal sudah terkenal,’’ imbunnya.  

BACA JUGA :  Dewan Terus Dorong Pembentukan KLS

Wilayah sasaran patroli dan pengamanan, sementara ini kata dia, pihaknya fokus di wilayah Lombok Timur bagian selatan sampai ke Lombok Tengah. ‘’ Yang rutin setiap daerah pasti ada. Dari sprin kapal juga kita tingkatkan. Pokoknya di sekitar Pantai Pink, Sekaroh dan sekitarnya. Itu dulu pernah kita lakukan. Karena sekarang kerawanannya meningkat makanya kita tingkatkan lagi,’’ jelasnya.

Patroli tersebut akan terus dilakukan dan difokuskan sampai lebaran. Setelah itu, tentu pihaknya akan melihat situasi yang ada. ‘’ Kalau memang perlu dilanjutkan akan diteruskan,’’ katanya.

Jika nantinya saat bertugas menemukan perampok atau begal, pihaknya mengaku akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh pimpinan. Secara tersirat, Kapolda NTB disebutnya setuju untuk dilakukan tindakan tegas yaitu penembakan. ‘’ Intinya tidak tegas. Itu juga sudah dijabarkan, jika mengancam tembak ditembak. Itu sudah tegas dan terukur,’’ tegasnya.(gal)