Ditolak RSUD, Bayi Empat Bulan Meningal Dunia

DIMAKAMKAN: Awal Mahsar yang merupakan orang tua almarhum Lailan Mahsyar Zainuddin saat berada di kuburan almarhum, kemarin. ( M Haeruddin/Radar Lombok )

PRAYAPelayanan yang buruk kepada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya kembali mendapat sorotan. Pasalnya, salah seorang pasien yang baru berusia 4 bulan, yakni Lailan Mahsyar Zainuddin, warga Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara, meninggal dunia karena diduga ditolak pihak rumah sakit akibat kondisi tempat tidur di IGD RSUD Praya sedang penuh.

Orang tua almarhum, Awal Mahsar menceritakan, awalnya ia bersama istri dan keluarga membawa anak mereka berobat ke RSUD Praya. Sesampai di RSUD Praya, pihak keluarga membawa almarhum ke IGD. Tapi keluarga saat itu mendapat penjelasan dari petugas jika perawatan tidak bisa dilakukan karena ruangan sudah penuh. “Kami sangat kecewa dengan apa yang terjadi, anak saya mengalami demam tinggi sehingga harus dibawa ke RSUD Praya pada Rabu (12/10). Karena saat itu kami merasa hanya RSUD yang memiliki alat lengkap, sehingga anak kami bisa dirawat dengan baik. Tapi sampai di sana ditolak,” ungkap Awal Mahsar saat ditemui wartawan, Sabtu (15/10).

Bahkan kekesalannya juga memuncak saat dia diduga mendapatkan tindakan yang sangat tidak mengenakan dari petugas yang berjaga di ruang IGD. Saat ditolak, pihak keluarga disarankan untuk membawa anaknya ke Rumah Sakit Cahaya Medica (RSCM). Namun sampai di RSCM juga ternyata pelayanan diduga kurang maksimal. “Sempat saya ke klinik tapi dokter belum datang dan ke RSCM tapi sampai sana (RSCM) langsung ditanya mau pakai BPJS atau umum,” terangnya.

Awal mengakui, saat di RSCM memang ia mendapat perawatan. Tapi karena melihat kondisi pasien yang sudah parah sehingga harus dirujuk di RSUD Praya. Ironisnya, pihaknya mendapatkan informasi agar bisa mendapatkan kamar di RSUD Praya harus ada orang dalam (internal RSUD Praya). “Pas dapat kamar di sana (RSUD Praya, red) tapi belum sempat dibawa langsung sepi (meningal, red),” tuturnya.

Baca Juga :  Sepekan Terombang-Ambing, Dua Nelayan NTT Selamat

Plt Direktur RSUD Praya, Lalu Firman Wijaya mengaku, pihak RSUD Praya turut berduka cita atas meninggalnya pasien Lailan Mahsyar Zainuddin. Almarhum merupakan pasien asal Pemotoh Barat, Kecamatan Batukliang Utara yang sempat dibawa oleh pihak keluarga ke IGD RSUD Praya. “Saya atas nama segenap manajemen dan keluarga besar RSUD Praya menyampaikan ikut berduka yang mendalam atas meninggalnya ananda Lailan Mahsyar Zainuddin. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ucapnya.

Firman menceritakan kronologis penanganan yang dilakukan pihak IGD RSUD Praya saat Lailan Mahsyar Zainuddin dibawa pihak keluarga pada Rabu (12/10). Pasien dibawa sendiri oleh pihak keluarga ke IGD RSUD Praya sekitar pukul 15.00 Wita. Saat pasien tiba di IGD RSUD Praya, dokter jaga IGD melakukan penapisan (deteksi) awal kondisi pasien. “Namun, saat itu kondisi tempat tidur di IGD RSUD Praya sedang penuh, sehingga tim jaga memberikan informasi (KIE) kepada pihak keluarga mengenai keterbatasan pelayanan, karena inkubator yang hendak digunakan sesuai kesimpulan penapisan awal kondisi pasien, keseluruhannya 3 buah dalam kondisi terpakai semua, termasuk oksigen. Saat itu, keluarga pasien juga menyaksikan sendiri kondisi IGD RSUD Praya yang saat itu dalam kondisi full,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, dokter jaga memberikan saran kepada keluarga pasien untuk berobat ke rumah sakit lain sampai dengan tersedianya kembali inkubator bayi di RSUD Praya. Pihak keluarga menerima saran dokter tersebut untuk berobat ke rumah sakit yang lain. Akhirnya pasien dibawa ke Rumah Sakit Cahaya Medika (RSCM) yang berada di Kelurahan Leneng.

Baca Juga :  Jaksa diminta Tindak Lanjuti Nyanyian Dokter Langkir

Sekitar pukul 16.00 Wita, pihak Rumah Sakit Cahaya Medika Leneng menghubungi kembali IGD RSUD Praya melalui aplikasi pesan WA, bahwa kondisi pasien tidak memungkinkan juga untuk ditangani di RS Cahaya Medika karena keterbatasan fasilitas. Namun sampai saat pasien tersebutkan dikonsultasikan kembali untuk dirujuk, kondisi IGD RSUD Praya masih full. Menjelang magrib pasien meninggal di Rumah Sakit Cahaya Medika Leneng. “Perlu kami informasikan juga bahwa saat itu IGD RSUD Praya sedang dalam proses perbaikan dan telah membuat surat permakluman pengurangan daya tampung di IGD RSUD Praya. Saya sering menerima laporan dari tim jaga IGD bahwa satu minggu terakhir memang kapasitas ruang perawatan di RSUD Praya full terus. Jadi, seandainya ada satu saja bed dan jalur oksigen yang tersedia, saat pasien ini datang, pasti kita terima dan beri layanan terbaik,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, pihak RSUD Praya menyampaikan permohonan maaf, dan akan menjadikannya sebagai pelajaran sekaligus bahan evaluasi untuk perbaikan layanan. “Kepada keluarga pasien dengan kerendahan hati kami sampaikan permohonan maaf yang mendalam. Kami akui bahwa saat ini kami masih mengalami keterbatasan dan kekurangan alat kesehatan, obat dan sumber daya manusia yg berdampak pada layanan. Hal ini akan kami perbaiki dan tingkatkan,” terangnya. (met)

Komentar Anda