Diterjang Banjir, Jembatan Prigi Patah

JEMBATAN PATAH: Akibat hujan deras selama lebih dari satu jam, mengakibatkan terjadinya banjir yang berujung patahnya Jembatan di Dusun Aikbeta, Desa Prigi, Kecamatan Suela, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Hujan deras sekitar satu jam lebih yang menerjang wilayah kecamatan Suela, khususnya Desa Prigi dan sekitarnya pada siang Minggu kemarin (22/1), mengakibatkan kembali terjadinya banjir. Terjangan banjir yang terjadi, bahkan mengakibatkan jembatan di Dusun Aikbeta Desa Prigi menjadi patah. Sementara dua desa di hilir, Labuhan Lombok dan Seruni Mumbul kembali terendam banjir, meski tidak separah terjangan banjir pada minggu sebelumnya.

“Pondasi jembatan ini sudah terkikis akibat jebolnya tanggul dibawahnya akibat terjangan banjir seminggu lalu, dan kembali diterjang banjir hari ini, sehingga kemudian patah,” kata Kadus Aikbeta Zainuddin, Minggu (22/1).

Patahnya jembatan yang menghubungkan Dusun Aikbeta dengan Prigi tentu saja akan sangat mengganggu aktivitas dan prekonomian masyarakatnya. Pasalnya, dengan tidak dapat dilaluinya akses ini, maka akan menyulitkan warganya, yang harus memutar melalui Desa Labuhan Lombok nantinya. Sehingga berharap agar pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut, yang merupakan satu-satunya akses menuju Prigi atau Pringgabaya.

[postingan number=3 tag=”banjir”]

Sementara itu, aliran air sungai ini mengalir ke hilir dan melintasi dua desa Labuhan Lombok dan Seruni Mumbul. Tak ayal, derasnya air kiriman dari hulu (Prigi) ini, kemudian menyebabkan dua desa ini kembali terendam, meski tidak separah terjangan banjir pada hari Selasa (17/1) minggu lalu. “Sekitar 10 rumah warga terendam di Kampung Turungan,” kata Kades Labuhan Lombok saat di temui di TKP.

Sementara di Seruni Mumbul korbannya lebih banyak hingga puluhan rumah. Namun tidak ada laporan kerugian akibat banjir yang terjadi kemarin. Sedangkan di Dusun Batean Desa Labuhan Lombok, air banjir menggenangi jalan kampung hingga mencapai hampir setengah meter, hingga mengakibatkan kendaraan tidak bisa melintas.

Sementara itu Kepala BPBD Lotim, H Napsi saat ditemui di TKP mengatakan bahwa pihaknya bersama TNI, Tagana, Pol PP dan usnur Muspika dan Pemdes serta masyarakat bersama-sama bergotongroyong membangun tanggul yang jebol saat banjir sebelumnya pada dua titik dengan menggunakan karung pasir.

“Ini bersifat darurat dimana kita tadi bersama-sama memperbaiki tanggul yang jebol di dua titik, satunya di sebelah selatan yang merupakan wilayah Labuhan Lombok sepanjang 15 meter dan di Seruni Mumbul di sebelah utara sepanjang 35 meter,” katanya.

Dikatakan hanya hal tersebut merupakan langkah urgen (penting) yang bisa dilakukan, guna menghilangkan kekhawatiran warga bila sewaktu-waktu terjadi banjir susulan. Selain itu dikatakan pihaknya juga mendistribusikan air mineral bagi warga dua desa, dan juga air bersih menggunakan mobil tangki, serta membantu menguras air sumur warga, guna mencegah datangnya penyakit.

Selain itu ada sekitar 50 personel tim gabungan dikerahkan guna membuat tanggul dengan karung pasir, menguras sumur-sumur warga dan juga menyalurkan bantuan air mineral tersebut. Rencananya pembuatan tanggul menggunakan karung pasir akan dilanjutkan hari ini. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid